Di Samudera yang terbentuk dari “gelembung kosmik”, alam semesta kita hanyalah salah satu “gelembung” di antaranya? suatu teori terkait menyebutkan, bahwa alam semesta yang kita tinggali ini hanyalah salah satu dari sekian banyak alam semesta, dan serangkaian percobaan yang dilakukan para ilmuwan Kanada, dapat lebih lanjut menegaskan teori yang disebut multiverse.

Istilah multiverse baru “diciptakan” pada Desember 1960 silam, yang didasarkan pada teori ekspansi permanen, yaitu dalam waktu singkat terbentuknya alam semesta setelah Big Bang, memperluas ruang di daerah yang berbeda dengan kecepatan yang tidak sama. Menurut teori multiverse dari perkembangan teori ini, banyak terdapat alam semesta, kita hanya menghuni salah satu di antaranya.

Pemandangannya dapat dibayangkan bak segumpalan gelembung sabun yang mengambang di angkasa, dimana setiap gelembung itu adalah satu alam semesta. Sementara di dalam setiap gelembung sabun, merupakan ruang dan waktu dari pola setiap petak alam semesta. Meskipun konsep ini tampaknya aneh, namun menurut sebagian ilmuwan bahwa teorinya dapat membantu memecahkan beberapa masalah fisika dasar.

Tahun lalu, para ilmuwan Amerika melukis peta alam semesta dari data yang diamati teleskop ruang angkasa Planck, dan menurut para ilmuwan ketika itu, bahwa terjadinya situasi penyebaran yang tidak teratur pada Cosmic microwave background radiation disebabkan tekanan gravitasi alam semesta lainnya. Namun, bukti yang “kuat” ini juga diragukan. Sampai saat ini, berbagai teori multiverse tetap menjadi topik yang dipenuhi dengan perdebatan sengit. (bayvoice /jhon/ran)

Share

Video Popular