Anak-anak mulai berbohong di usia sekitar tiga tahun. Alasan berbohongnya pun sederhana, karena ia ingin melakukan sesuatu, tapi tidak diperbolehkan dan setelah ketahuan juga tidak akan dimaafkan, bahkan mungkin akan memicu masalah baginya, sehingga “harus” berbohong, supaya bisa melakukan hal yang diinginkan, ini adalah sudut pandang anak itu sendiri terkait sikap berbohongnya. Jika orang dewasa tidak bisa menelaah perilaku anak-anak dari sudut pandangnya itu, maka Anda tidak akan pernah bisa secara efektif memperbaiki kesalahan anak-anak.

Perlu bersikap jujur

Adalah konsep setiap orang yang telah ditanamkan sejak kecil, tapi ada anak-anak baik disengaja atau tidak berkata bohong di masa kanak-kanaknya yang belum tahu apa-apa. Ahli psikologi anak mengingatkan, bahwa anak-anak berbohong itu karena punya alasannya, namun, akan berdampak tidak sehat terhadap perkembangan fisik maupun mental mereka, karena itu jangan anggap remeh hal itu.

Mengapa anak-anak suka berbohong

Saat mengetahui buah hatinya berbohong, reaksi orangtua mereka selain marah , dalam benaknya mungkin akan bertanya-tanya dengan perasaan bingung, mengapa ia harus berbohong?

Sebenarnya, perilaku anak-anak berbohong itu terbentuk dari beberapa faktor berikut ini :

1. Tidak bisa membedakan perbedaan antara imajinasi dan fakta ; misalnya, melihat UFO, hantu atau melihat sesuatu yang aneh.

2. Demi untuk membela diri atau keluar dari tanggung jawab tertentu ; telah berbuat salah, tidak mau sekolah, takut ditegur, dimarahi dan dipukul, karena membuat alasan mencoba untuk menyembunyikan fakta sebenarnya.

3. Berbohong demi untuk memiliki sesuatu ; misalnya iri pada anak-anak lain karena mereka punya alat tulis, mainan yang baru, sementara ia sendiri tidak punya, sehingga mendorongnya berbohong pada ayah/ibu dengan mengatakan, bahwa guru mengharuskan setiap siswa wajib membeli.

4. Berbohong karena harapan orangtua terlalu tinggi ; misalnya ayah/ibu berharap mendapatkan nilai ujian yang tinggi, namun, membohongi orangtua ketika hasil ujian tidak mendapatkan nilai yang bagus.

Dampak yang tidak sehat

Ahli psikologi mengatakan, bahwa dalam proses anak-anak berbohong, segenap sistem sarafnya akan berada dalam kondisi ektrim tegang, dan lama kelamaan akan berdampak buruk pada penyelarasan sistem saraf maupun kemampun kontrolnya ; ketika anak-anak berbohong, satu hal yang tak terelakkan adalah pikirannya akan menjadi kacau, merasa gelisah, tegang, jika sudah sering berbohong akan memicu kegembiraan saraf simpatik, menyebabkan ketidakseimbangan pada fungsi otak. Lagipula, saat anak-anak berbohong mudah menjadi gagap atau ucapan tidak jelas karena tegang, sehingga jika sering seperti itu, maka lama kelamaan akan menjadi gagap.

Selain itu, anak-anak yang sering berbohong, dalam hatinya sendiri juga akan berontak karena konflik batin. Lalu memicu perasaan cemas, tidak tenang, perasaan curiga, mudah tersinggung, lekas marah dan perasaan negatif lainnya, sehingga memengaruhi perkembangan normal pikiran dan karakter. Perlu diperhatikan, bahwa setelah sering berbohong, konsep benar atau salah, rasa tanggungjawab, rasa hormat akan menyimpang, bahkan moral juga akan rusak.

Bagaimana mencegah anak-anak berbohong

Untuk menghindari dampak buruk terhadap jasmani dan rohaninya anak-anak yang suka berbohong, maka sebagai orangtua perhatikan hal-hal berikut ini :

1. Ketika menemukan perkataan dan tindakan anak yang tidak wajar, jangan serta merta langsung memarahi atau menjatuhkan hukuman padanya, tapi pahami lebih dulu alasan dan motifnya, setelah itu baru membujuknya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

2. Orangtua perlu memberi teladan, jangan secara tak sengaja menyatakan komitmen yang tidak bisa dipenuhi atau kata-kata dusta di depan anak-anak.

3. Permintaan atau harapan kepada anak harus rasional (sesuai kemampuan), jangan sampai anak-anak menjadi pembohong hanya karena mereka gagal mencapai hasil.

4. Pekerjaan rumah (tugas sekolah) anak-anak, segala hal yang terjadi di sekolah, atau interaksi anak-anak itu apakah normal, semua ini perlu diperhatikan dan diketahui, sehingga dengan demikian tidak akan memberikan anak kesempatan untuk berbohong.

5. Membimbing anak-anak untuk mengatakan yang sebenarnya dan mendengarkan dengan tenang apa yang mereka sampaikan, kemudian koreksi atau menyemangati mereka pada saat yang tepat.

Alasan anak-anak berbohong umumnya dapat dibagi menjadi dua kategori yang sederhana : Pertama, tidak bisa membedakan antara imajinasi dan fakta, lalu mengarang cerita, dan ini kerap terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun ; kedua, menghindari sesuatu yang merugikan atau bisa mencelakakan diri sendiri, berharap tidak pernah melakukan tindakan tertentu untuk menghindari hukuman, atau ingin mencapai suatu tujuan/maksud tertentu.

Karena orang-orang dewasa tidak memberikan ruang pada anak-anak agar tidak berbohong, dan ruang ini adalah diskusi dan pemaafan.

1. Ruang agar anak-anak tidak berbohong—segala sesuatunya bisa didiskusikan, bersedia untuk mendengarkan dan memahami suara hati anak-anak, orangtua bersedia untuk mencoba menerima hal-hal yang tidak begitu disukai dan juga tidak begitu dipahaminya.

2. Biarkan anak-anak tahu, bahwa meskipun ia membuat kesalahan besar, tidak peduli apakah memang disengaja atau tidak, orangtua pasti akan memaafkannya, dan bersedia memecahkan masalah bersama dengannya, sehingga dengan demikian, ia tidak perlu berbohong.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular