Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari sebelas perusahaan Italia senilai US$ 789,5 juta. Minat tersebut disampaikan dalam pertemuan one-on-one meeting dengan KepalaBKPM Franky Sibarani, di Milan, Italia, Senin (7/9/2015).

Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan minat tersebut berasal dari sektor telekomunikasi US$ 4,5 juta, kelistrikan US$ 380 juta, industri turbin untuk pembangkit listrik sebesar US$ 25 juta, industri otobus US$ 90 juta, sektor perkapalan US$ 10 juta, dan konstruksi senilai US$ 280 juta.

“Minat tersebut dapat dikategorikan serius untuk segera dapat ditindaklanjuti dengan pengajuan izin prinsip ke BKPM,” ujar Franky dalam rilisnya di Jakarta.

BKPM menyatakan rata-rata perusahaan tersebut sudah bertemu dengan mitra lokalnya atau sudah menentukan lokasinya. Hal positif lainnya, sebagian produk dari perusahaan Italia tersebut sudah digunakan di Indonesia, dan sekarang mereka berniat untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, sehingga dapat mengurangi impor. Franky menambahkan, selain menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, hal lainnya yang diapresiasi dari investor Italia adalah komitmennya untuk melakukan transfer pengetahuan kepada mitra lokalnya dari Indonesia.

Menurut Franky, dalam pertemuannya dengan investor sektor telekomunikasi, sedang menjajaki kerjasama dengan Universitas-universitas di Indonesia dan melatih 1.000 tenaga kerja lokal yang kemungkinan terserap dalam proyek investasi tersebut. Mereka, lanjutnya, merencanakan untuk mengembangkan di daerah-daerah pariwisata yang terpencil termasuk di Papua. Komitmen tersebut sejalan dengan concern BKPM agar proyek investasi dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat, baik terkait penyerapan tenaga kerja maupun pengembangan wilayah,” tambah Franky.

Komitmen transfer teknologi dan pengetahuan kepada tenaga kerja Indonesia, lanjut Franky, juga disampaikan oleh investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di industri galangan kapal. Menurut Franky, dalam pertemuan dengannya, investor tersebut merencanakan menanamkan modal sebesar US$ 10 juta untuk pembuatan 1.000 kapal pertama. Selain kerjasama dalam pembangunan kapal, investor Italia tersebut juga berencana melatih tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan transfer teknologi.

Pertemuan one-on-one meeting BKPM dengan investor Italia merupakan rangkaian kegiatan pemasaran investasi yang diselenggarakan BKPM di Milan, Italia. BKPM bekerjasama dengan KBRI Roma dan Italian Trade Agency (ITA), lembaga pemerintah Italia yang menangani perdagangan dan investasi. Forum yang digelar dalam rangka business forum, bertajuk “Indonesia Investment Day”. Pada kesempatan acara Indonesia Investment Day, Kepala BKPM dan Presiden ITA, Mr. Riccardo Maria Monti, juga menandatangani MoU antara BKPM dan ITA untuk kerjasama promosi investasi dan pertukaran data.

Share

Video Popular