- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Korea Utara Culik WNA untuk Dijadikan Mata-mata

Jakarta – Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman membeberkan bahwa rezim Korea Utara sudah melakukan penculikan terhadap sejumlah Warga Negara Asing (WNA) untuk dijadikan agen intelijen bagi kepentingan negara komunis itu. Kasus ini bahkan menimpa sejumlah WNA di Asia Tenggara.

“Korut melakukan penculikan kepada WNA, sudah 30 WNA diculik dari berbagai belahan dunia untuk dilatih sebagai mata-mata,” kata Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Mantan Jaksa Agung RI itu menuturkan diantara yang menjadi korban penculikan bahkan berasal dari negara-negara di Asia Tenggara. Mereka terdiri dari 6 orang yang berasal dari Malaysia, Singapore dan Thailand. Hingga saat ini, lanjutnya, PBB tengah menyelidiki secara mendalam atas kejadian itu.

Hal demikian disampaikannya bersamaan digelarnya Pekan HAM Korea Utara di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Citizens’ Alliance for North Korean Human Rights (NKHR) dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dalam Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) Korea Utara.

Negara yang kini dipimpin oleh Kim Jon Un itu memiliki catatan kelam terhadap pelanggaran HAM berat terhadap warga negaranya sendiri. Data Federasi Internasional untuk HAM (FIDH) menyebutkan ribuan eksekusi mati sudah digelar di Korea Utara sejak 1950 silam. Sedangkan jumlah eksekusi mati terjadi pada era 1990-an. Ribuan warga negara itu juga tewas karena ketiadaan pangan dalam keseharian mereka.

Temuan PBB, pelanggaran HAM berat yang dilakukan pemimpin negara itu seperti pengingkaran hak untuk makan, hingga menyebakan terjadinya kelaparan meluas. Selain itu, pelanggaran hak untuk berkumpul, hak untuk berbicara, pelanggaran mengenai diskriminasi mengenai perempuan, pelanggaran terhadap terhadap agama. Bahkan pelanggaran secara menyeluruh total mengingkari hak-hal azasi dari rakyat.