Keterangan foto: Lisa Borch dan teman prianya Bakhtiar Abdulla. (secretcina)

Oleh Liu Chengyin

Menurut laporan ‘Daily Mail’ Inggris pda 16 September bahwa seorang gadis Denmark berambut pirang membunuh ibunya sendiri setelah menonton video rekaman pemenggalan orang nggris yang disandera oleh anggota ISIS. Ia bersama teman pria ‘jihad-nya’ kini sudah berada dalam tahanan kepolisian.

Pada Oktober tahun lalu usia Lisa Borch baru genap 15 tahun. Sebelum kejadian, Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton di YouTube rekaman video pemenggalan brutal David Haines dan Alan Henning, kedua orang Inggris yang disandera oleh anggota ISIS. Setelah itu, ia bersama pria radikal, Bakhtiar Abdulla (29 tahun) pergi untuk membunuh ibunya, Tina Romer yang tinggal di pinggiran kota Kvissel. Ibunya pun langsung tewas setelah tubuhnya menerima sedikitnya 20 kali tikaman pisau dapur bergagang panjang.

Lisa sudah dijatuhi hukuman penjara 9 tahun oleh pengadilan. Kejahatannya mulai dipupuk setelah ia jatuh hati kepada seorang pria militan yang namanya tidak diketahui. Ia pun terobsesi dengan kelompok-kelompok Islam militan. Namun pria itu meninggalkannya tak lama kemudian, pulang ke kampung halamannya di Swedia untuk berkumpul dengan isteri dan anaknya.

Tidak lama berselang, Lisa menemukan teman pria baru kelahiran Irak yang bernama Bakhtiar Abdulla, hubungan mereka mulai terjalin sewaktu keduanya bertemu di lokasi pengungsian yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal Lisa.

Pembunuhan brutal itu dilakukan oleh kedua ‘pasangan’ itu.

Saat memanggil polisi Lisa mengaku, “Saya mendengar teriakan ibu dan ketika melihat keluar jendela saya menemukan seorang pria berbaju putih sedang melarikan diri. Mohon polisi segera datang, di sini banyak sekali darah”.

Setelah tiba di TKP, polisi menemukan tubuh ibunya berbaring di atas tempat tidurnya dengan penuh darah. Sementara suaminya tidak di tempat karena urusan bisnis di luar kota.

Meskipun Lisa memanggil polisi lewat telepon, tetapi ketika polisi tiba, Lisa tidak beranjak dari tempat duduk di ruang tamu dan sedang asyik memainkan iPhone-nya dan menonton YouTube. Tatkala polisi menanyakkan keberadaan ibunya, perhatian Lisa pun tetap di atas ponsel dan menunjuk arah loteng dengan jari telunjuknya.

Di depan pengadilan, Jaksa penuntut Karina Skou mengatakan, “Kedua tersangka berdarah dingin tersebut dengan rencana melakukan pembunuhan keji terhadap orang tua wanita Lisa”.

Lisa bahkan menunjukkan pisau yang akan digunakan untuk membunuh ibunya itu kepada adik kembarnya yang sudah tidak tinggal seatap. Namun saudara kembarnya itu tidak mengira ucapan tersebut akan terjadi, sehingga hanya memperlakukannya sebagai lelucon yang mengerikan.

Walaupun Bakhtiar Abdulla sudah meninggalkan TKP sebelum polisi datang, tetapi penyidik menemukan sidik jarinya di kamar itu. Oleh karena itu ia pun dijadikan terdakwa. Pengadilan menjatuhkan hukuman kepada Bakhtiar Abdulla 13 tahun penjara, dan akan dideportasi dari Denmark setelah dibebaskan kelak. (Secretchina/sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular