JAKARTA- Seknas Jokowi menyimak dan mengikuti perkembangan terakhir mengenai berbagai pernyataan yang dilontarkan oleh Rizal Ramli. Pernyataan mengenai program listrik 35.000 watt dan masalahnya, masalah sistem token pada pelanggan listrik PLN, masalah dwelling-time dan TPS pada pelabuhan Indonesia (Pelindo II), dan  masalah pembongkaran rel kereta api ke Pelabuhan Tanjung Priok, cukup mengejutkan berbagai kalangan.

Sebagai Menko Kemaritiman dan SDA, Seknas Jokowi menilai Rizal Ramli mencoba membenahi berbagai kebobrokan birokrasi dan tata-kelola pemerintahan agar menjadi lebih baik di bawah kepemimpinannya. Rizal Ramli juga sedang melakukan berbagai gebrakan untuk menghapus berbagai inefisiensi dan salah urus yang diakibatkan oleh praktek-praktek KKN yang telah berjalan lama di berbagai instansi pemerintahan. Kini ruang gerak mafia yang dalam 10 tahun terakhir melakukan praktek KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) menghadapi tantangan dari Menko.

Gebrakan dan terobosan yang dilakukan oleh Menko Rizal Ramli merupakan tindakan dan kebijakan yang berani dalam memutus mata rantai kekuasaan mafia proyek di Indonesia, mafia rente yang kebanyakan pelakunya adalah juga para pejabat terhormat di pemerintahan ini. Apalagi terobosan seperti ini sepantasnya harus terus-menerus dilakukan tidak hanya oleh Rizal Ramli, tapi juga seluruh menteri lainnya, sehingga program Nawa Cita pemerintahan Jokowi bisa benar-benar terlaksana dengan konsekuen dan konsisten.

Karena itu Seknas JOKOWI mendorong sepenuhnya upaya terobosan yang dilakukan oleh Rizal Ramli, karena tanpa tindakan-tindakan gebrakan dan langkah-langkah kongkrit pembenahan birokrasi dan program, maka program Nawa Cita presiden Jokowi dapat dipastikan tidak berjalan dengan baik. “Tak ada jalan mundur bagi Rizal Ramli, dia harus maju terus untuk laksanakan Nawa Cita,” ujar M.Yamin, Ketua Umum Seknas JOKOWI dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Indonesia adalah negeri raksasa yang baru bangun tidur semenjak Joko Widodo dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia. Untuk itulah, harus dilakukan pengawasan terus-menerus agar program-program Nawa Cita  Kabinet Kerja berdasarkan Trisakti dan Revolusi Mental dapat berjalan konsisten. “Mengingat urgensi pelaksanaan yang luar biasa ini, maka Jokowi sebagai presiden dan menteri-menterinya justru harus bisa melakukan berbagai terobosan dan dobrakan, agar Indonesia bisa cepat pulih dari ancaman krisis dewasa ini”, sambung M. Yamin.

Sementara menurut, Boni Setiawan, anggota Dewan Pakar Seknas JOKOWI, tindakan-tindakan urgensi yang telah dilakukan oleh Menko Rizal Ramli merupakan angin segar bagi upaya percepatan pemulihan, dengan mengedepankan pemberantasan KKN di sektor kemaritiman dan sumberdaya, yang merupakan ujung tombak bagi berjayanya kembali ekonomi baru Indonesia sebagai kekuatan poros maritim dunia.

“Paradigma maritim merupakan arah baru bagi bangkitnya Indonesia sebagai kekuatan raksasa ekonomi dunia”, tambah Bonnie Setiawan di kantor Seknas.

Share

Video Popular