Keterangan foto: Ilustrasi jemaah haji. (theguardian.com)

Tragedi Mina yang terjadi Kamis (24/9/2015) kemarin, melansir dari informasi pemerintah Arab Saudi, telah merenggut 717 orang, 863 lainnya korban luka-luka. Peristiwa yang terjadi di Jalan 204 sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Musibah terjadi saat rombongan haji melakukan prosesi lempar jumrah di Mina. Hal itu seperti diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir bahwa insiden desak-desakan terjadi di terowongan yang menuju ke lontar jumrah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil menjelaskan kronologi penyebab insiden yang terjadi di Mina, Kamis (24/9/2015). Menurut Djamil, peristiwa terjadi di Jalan 204 saat rombongan haji melakukan prosesi lempar jumrah di Mina. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.Membeludaknya jumlah jemaah menyebabkan saling dorong, berdesakan, hingga mengakibatkan para jemaah haji terjatuh. Serangkaian ibadah yang dilakukan sebelumnya dimulai dari wukuf di Arafah, perjalanan dari Muzdalifah ditambah cuaca panas dan rasa lelah, menjadi faktor lain yang menyebabkan jatuhnya korban.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi membentuk tim investigasi untuk menyelidiki musibah tersebut. Hal itu dilakukan dibawah pimpinan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Naif, yang langsung menggelar rapat darurat pada Kamis (24/9/2015) paska insiden terjadi.

Tim evakuasi dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah masih melakukan pencarian mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah WNI yang menjadi korban. Seperti diberitakan media, Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Sunarko, melalui Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan ada satu orang jemaah WNI yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Namun identitas belum dikeluarkan dari pihak terkait.

Saat ini proses identifikasi nama dan kewarganegaraan korban sedang dan terus berlangsung. Nantinya identitas para korban akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses identifikasi selesai. (rmat)

Share

Video Popular