Denpasar – Fajar pun menyingsing sembari mentari terbit di ufuk barat sebelah pesisir pantai Mertasari, Denpasar, Bali untuk menyambut harapan esok demi esok yang penuh harapan. Semilir angin sepoi-sepoi berhembus kepada ratusan praktisi Falun Dafa yang saat itu memadati pantai di pusat kota Bali, Jumat (25/9/2015).

Praktisi Falun Dafa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau berbaris rapi bak barisan tentera memperagakan gerakan-gerakan perangkat latihan Falun Dafa di pantai yang menghadap ke arah Utara.

Tak hanya memperagakan perangkat latihan Falun Dafa, mereka pun berjejer rapi membentuk konfigurasi huruf yang menawan. Pesan yang ingin disampaikan adalah tentang spirit Falun Dafa yang berlandaskan Sejati-Baik-Sabar untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia dan dunia dengan prinsip-prinsip yang dimiliki oleh Falun Dafa.

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) Gatot Machali mengatakan kegiatan yang digelar kali ini merupakan rangkaian kegiatan pertemuan praktisi berabgai daerah seluruh Indonesia. Kegiatan ini akan memasuki hari puncaknya hingga Sabtu, (26/9/2015) yang dikumpulkan dalam bentuk forum konfrensi. Pada kegiatan ini, lanjut Gatot, para praktisi menyampaikan pengalamannya selama mengikuti olah jiwa dan raga Falun Dafa.

Menurut Gatot, melalui pertemuan ini diharapkan berbagai kegiatan yang diselenggarakan seperti membentuk konfigurasi huruf falun Dafa untuk menunjukkan spirit dan makna sesungguhnya dari Falun Dafa. Apalagi keberadaan Falun Dafa hingga saat masih belum jelas pada sejumlah orang dengan pengertian yang kurang tepat.

“Kita mau menunjukkan bahwa Falun Dafa itu latihannya sejati-baik-sabar dan kita mau menggaungkan itu, supaya masyrakat seluruh dunia tahu bahwa Falun Dafa itu tidak seburuk yang difitnahkan karena propoganda buruk dari Partai Komunis Tiongkok,” kata Gatot usai kegiatan kepada Erabaru.

Gatot menjelaskan spirit yang dimiliki oleh Falun Dafa adalah latihan Sejati-Baik-Sabar sebagai karakter yang paling tinggi di alam semseta. Adanya pembentukan dari proses demi proses pengolahan jiwa dengan karakter tersebut diharapkan mampu menciptakan tentang dasar-dasar sifat manusia yang sempurna.

Melansir dari situs resminya, Falun Gong atau Falun Dafa merupakan kultivasi (pengolahan) ganda jiwa dan raga. Kultivasi raga berupa 5 perangkat untuk mengolah potensi tubuh, membangkitkan energi di dalam tubuh, menyerap energi alam semesta dan memperkuat sistim mekanisme energi di dalam tubuh.

Sementara Kultivasi jiwa adalah meningkatkan Xinxing (watak, kualitas moral), dengan jalan berasimilasi (menyelaraskan diri) dengan karakteristik alam semesta yakni: Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Falun Gong bukanlah agama, karena tidak ada ritual, formalitas atau aktivitas apapun yang seringkali digunakan dalam agama, tidak ada keanggotaan.

Latihan ini diperkenalkan oleh Master Falun Gong yakni Li Hongzhi pada 1992, ajarannya yang luas mendalam serta harmonis telah meningkatkan Xinxing (moralitas) ratusan juta orang, membuat mereka paham tentang tujuan hidupnya. Sedangkan bagi praktisi yang sejati kesehatan tubuhnya dalam waktu singkat akan mencapai kondisi yang sangat prima.

Dalam perkembangannya, latihan Falun Gong menjadi semakin populer dan berkembang pesat di Tiongkok. Oleh karena itu, jumlah praktisi yang berlatih terlalu besar di mata pemimpin komunis China, Jiang Zemin saat itu mendatangkan kecemburuan yang mendalam. Hingga kemudian kecurigaan yang tak berdasar ini telah membutakan mata utuk melihat Falun Dafa dalam artian sebenarnya. Hingga terjadi tuduhan, fitnahan yang buruk dan hasutan kebencian terhadap Falun Dafa atau Falun Gong. (Muhamad Asari)

Share

Video Popular