Keterangan gambar: Kota Yunani kuno ditemukan di Selat Argolic, semenanjung Peloponnese Peninsula, Selatan Athena. (Wikipedia)

Melansir laman US “International Business Times”, sebuah kota Yunani kuno ditemukan tenggelam di dasar Laut Aegea. Kota ini dapat ditelusuri kembali jejaknya pada sekitar 4500 tahun (tahun 2500 SM), dengan luas area 12 hektar, besarnya kurang lebih seukuran 10 kali lapangan sepak bola.

Tim arkelogi budaya bawah air dari Universitas Jenewa dan The Swiss School of Archaeology, menemukan kota Zaman Perunggu tersebut di sekitar Teluk Argolic (Gulf Argolic). Selain itu juga menemukan setidaknya tiga landasan berbentuk tapal kuda besar, dan menurut para arkeolog, semua itu mungkin digunakan untuk melindungi bagian menara.

Julien Beck dari Universitas Jenewa, Swiss, mengatakan, bahwa benteng atau bangunan pertahanan seperti itu belum pernah ditemukan di Yunani dalam masa-masa seperti ini.

“Temuan kami ini penting, sebagian karena ukurannya sangat besar. Di atas dasar batu tersebut dipastikan terdapat selapisan bangunan dari batu tembok. Boleh dikata jarang sekali bisa menemukan dinding di bawah laut seperti ini. Adapun mengenai ukuran instalasinya secara keseluruhan, setidaknya untuk saat ini masih belum diketahui secara pasti, kita tidak tahu mengapa fasilitas ini dikelilingi oleh benteng,” jelas Julien Beck kepada “Spero Forum”.


Departemen Agama, Pendidikan dan Budaya Yunani telah mengumumkan penemuan tersebut. Sementara itu, tim arkeolog terus mencari jejak dari aktivitas manusia purbakala di Teluk Argolic sebelah timur. Kota-kota yang terendam itu meliputi bangunan batu dari berbagai bentuk, ukuran, persegi panjang, lingkaran dan busur. Sementara itu, arkeolog juga menemukan jalan-jalan yang telah diaspal.

Selain itu, di lokasi yang sama, para peneliti juga menemukan tembikar, peralatan batu, dan pisau yang tipikal di era tahun 3000 SM. Temuan ini dapat membantu memahami jaringan desa pesisir di teluk Argolic Zaman Perunggu. Para peneliti berharap dapat memahmi lebih lanjut tentang perdagangan, pelayaran dan kehidupan sehari-hari pada masa itu.

Terbetik berita, bahwa pembangunan kota tersebut merupakan penataan bangunan khas yang dikelilingi tembok kala itu. Sementara temuan lainnya terletak di sekitar kota Lerna.

Sejauh ini, penemuan arkeologi dari kota tersebut memiliki nilai referensi terhadap barang-barang tembikar maupun arsitektur Yunani kuno, dan temuan terbaru itu mungkin bisa membuat kita mempertimbangkan kembali tentang pentingnya kota Lerna, kata Julien Beck. (Secretchina/joni/rmat)

 https://www.youtube.com/watch?v=szA7OZZroHo

Share

Video Popular