Sebelum diserang sejumlah besar penyakit, semua indikator itu akan tercermin dari reaksi tubuh, hanya saja banyak dari kita yang tidak mengamatinya dengan seksama. Untuk tindakan pencegahan, berikut urutkan beberapa gejala penyakit terkait, tubuh akan mengirimkan sinyal yang tidak sama terhadap gangguan (penyakit) yang berbeda. Ini sebagai bentuk referensi dan agar menjadi perhatian kita bersama.

1. Selalu merasa haus

Haus, bisa jadi merupakan tanda dari diabetes. Tingkat kehausan dan mulut kering, adalah perbandingan senilai dengan kadar peningkatan gula darah, sehingga penderita diabetes kerap punya gejala awal seperti ini. Ketika hormon tubuh kehilangan keseimbangan, akan mudah menyebabkan seseorang seringkali merasa haus, dan dikarenakan naiknya gula darah, sehingga banyak penderita mengalami peningkatan pembuangan kemih, akibatnya tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar dan menjadi haus.

Oleh karena itu, jika kerap merasa haus dan selalu berkeinginan untuk minum, sebaiknya periksa gula darah dan kadar gula Anda.

2. Palpitasi (denyut jantung tidak teratur), merasa ekstrim lapar

Kurangnya insulin yang memadai di dalam tubuh penderita diabetes untuk membantu glukosa meresap ke dalam sel, maka otak akan menyampaikan pesan lapar ke tubuh. Jadi, jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, rasa lapar akan sangat terasa.

Jika bentuk badan lebih condong ke obesitas, punya riwayat penyakit dalam keluarga, ditambah dengan denyut jantung yang tidak teratur sebelum makan, merasa sangat lapar, dan merasa lesu, disertai dengan anggota badan yang gemetar, berkeringat dingin, gelisah dan gejala lainnya, namun, gejala itu berangsur-angsur baru normal kembali seusai makan, maka tidak tertutup kemungkinan itu adalah akibat gula darah rendah, atau bisa jadi itu pertanda diabetes.

3. Nyeri perut bagian atas, menjalar ke bahu kanan

Dalam hal sistem pencernaan, penyakit celiac kurang lebih dapat dibagi ke dalam sistem pencernaan dan sistem hepatobilier. Pada umumnya, selama merasa sakit perut kebanyakan mengira bahwa hal itu terkait dengan gastrointestinal, pada hal, penderita batu empedu juga punya gejala seperti ini. Sementara itu, penderita hepatitis awalnya juga tidak ada gejala yang jelas, namun, setelah sampai pada stadium akhir kemungkinan akan ada gejala nyeri pada perut bagian atas terus ke kanan akhir nyeri kuadran atas, asites (penumpukan cairan dalam rongga perut), atau gejala tak sadarkan diri.

Jika setelah makan makanan berminyak, perut kanan atas samar-samar terasa nyeri, kemudian menyebar ke tulang belikat bahu kanan bagian punggung, besar kemungkinan ini merupakan pertanda menderita penyakit hepatobilier

4. Nafsu makan tinggi, tapi berat badan menurun

Hipertiroidisme adalah penyakit peradaban yang kerap terjadi pada orang dewasa muda usia 20 – 40 tahun, sebagain besar berhubungan dengan genetik dan fisik, namun, lebih disebabkan oleh stres. Saat stres hebat, antibody yang diproduksi sistem kekebalan tubuh akan meningkat, sehingga memicu peradangan tiroid, dan menyebabkan sekresi berlebihan dari kelenjar tiroid. Gejala yang paling signifikan adalah nafus makan tiba-tiba meningkat tajam, asupan makanan meningkat, tapi tidak menambah berat badan, justru sebaliknya menurun 5%-10% dalam waktu enam bulan. Hal ini karena di bawah pengaruh hormon tiroid, tingkat metabolisme akan naik dengan cepat, sehingga permintaan kalori dan gizi juga relatif lebih tinggi, sehubungan dengan ini, perlu mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam makanan sehari-hari, baru bisa menjaga operasional dari fungsi fisiologis

5. Hilangnya nafsu makan, merasa mual dan lesu

Sebagain besar penderita hepatitis awalnya tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga agak sulit untuk menilai gejala dari fisiknya pada masa awal, namun, sebagian kecil akan mengalami gejala mual, sakit kuning, lesu atau kehilangan nafsu makan.

Dari pandangan kedokteran Tiongkok, faktor yang menyebabkan disfungsi hati karena kelelahan. Mereka yang fungsi hatinya lelah mudah memicu tubuh menjadi lesu tak bergairah, sesak dada, kembung, dan timbul bintik gelap di wajah dan sebagainya, dalam kondisi seperti ini sebaiknya perhatikan peringatan dari tubuh, dan segera periksa fungsi hati Anda ke dokter terkait.

6. Palpitasi dan banyak mimpi

Biasanya saat palpitasi, denyut jantung akan berdetak lebih cepat dan berat, karena itu, congestive heart failure (gagal jantung kongestif) akan memiliki gejala ini pada masa awal, hipoksia miokard (berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh), juga gejala palpitasi dan berkeringat dingin. Ada orang yang saat dalam kondisi duduk baik-baik saja, tapi ketika berbaring untuk tidur, dimana karena aliran darah kembali lebih banyak mengalir ke jantung, sehingga secara relatif suplai darah jantung jauh lebih kecil jumlahnya, sementara cairan darah berlebih menumpuk di paru-paru, akibatnya mempengaruhi pertukaran darah dan oksigen, sehingga kerap akan merasa sesak napas, dan kemudian merusak kualitas tidur.

7. Makanan berlebih, perut kembung

Yang dimaksud makanan berlebih adalah tiba-tiba menyerap makanan tertentu secara berlebihan, melampaui fungsi limpa dan lambung, sehingga memicu lemahnya fungsi limpa dan lambung, kemudian secara perlahan-lahan akan berdampak buruk pada pencernaan, dan munculnya gejala refluks asam, kembung atau sakit perut dan gejala lain setelah makan. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya perbanyak konsumsi (makanan) buah-buahan segar dan sayuran untuk membantu peristalsis, di samping itu juga sebaiknya makan makanan ringan, (makanan tak berminyak), menjaga 3 kali sehari secara teratur, untuk meringankan ketidaknyamanan timbunan makanan dalam saluran pencernaan. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular