Keterangan gambar: Ilustrasi. Presiden Obama bersama Presiden Xi Jinping dalam konperensi pers bersama yang diadakan  di taman bunga mawar dalam Gedung Putih pada 25 September 2015. (Win McNamee/Getty Images)

Konferensi Tingkat Tinggi yang membahas masalah kaum perempuan diselenggarakan dalam Markas Besar PBB di New York pada Minggu (27/9/2015) lalu. Karena tahun ini berkaitan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa dan peringatan 20 tahun Konferensi Wanita Dunia yang diselenggarakan di Beijing, maka Presiden Tiongkok Xi Jinping memperoleh kehormatan untuk memimpin sidang pertemuan bersama Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Menurut BBC berbahasa Mandarin bahwa semua ketua delegasi dari negara yang hadir menyampaikan pidato mereka yang umumnya berpendapat bahwa kesamaan gender dan pemberdayaan kaum perempuan merupakan komponen kunci bagi PBB dalam melakukan pembangunan yang berkesinambungan.

Dalam pidato penyambutan, Xi mendesak lebih dipromosikannya hak-hak kaum perempuan termasuk mengumumkan kesediaan pemerintah Tiongkok untuk menyumbangkan dana sebesar USD. 10 juta. Dana itu diperuntukkan menunjang PBB dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, serta membantu negara berkembang mendirikan 100 buah proyek kesehatan bagi Ibu dan anak selama 5 tahun ke depan yang dimulai pada tahun ini. Xi Jinping juga menyampaikan 4 proposal yang berkaitan dengan pembangunan kaum perempuan serta untuk usaha-usaha dalam mencapai kesetaraan hak.

Namun sayangnya, karena Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama ini mencatatkan rekor buruk dalam urusan hak asasi manusia. Apalagi menjelang KTT kaum perempuan ini, PKT telah menangkap dan menjebloskan 5 orang pejuang hak kaum perempuan ke dalam penjara di Tiongkok. Jelas hal ini menimbulkan cercaan internasional.

Selain itu, kebijakan anak tunggal di Tiongkok sejak 1970 membuat wanita Tiongkok harus menerima aborsi paksa bila hamil di luar ketentuan. Organisasi kaum wanita dunia mengecam kebijakan ini yang dianggap sebagai pelanggaran atas hak kaum wanita.

Presiden wanita Brasil Rosoff dalam pidatonya menekankan agar PBB memberikan perlindungan kepada seluruh wanita yang terkena dampak kekerasan. Ia berharap PBB bertindak lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua tingkat kebijakan pendidikan dan promosi pembangunann perempuan, termasuk memperkuat pelayanan kesehatan, memberikan dukungan lebih baik kepada anak-anak perempuan sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Rosoff juga menyampaikan bahwa dipandang perlu untuk mengubah budaya keluarga, agar pria dan wanita dapat berbagi dalam memikul tanggung jawab keluarga, dengan demikian memungkinkan lebih banyak perempuan bekerja untuk pemerintahan.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman sudah memulai gerakan yang menunjang kaum wanita di negara-negara berkembang untuk memperoleh kualifikasi profesional dan mempromosikan status perempuan di dunia usaha, meskipun hal ini di Jerman masih ada ruang untuk perbaikan, tetapi Jerman akan terus berusaha untuk memperluas kesempatan pengembangan profesional bagi kaum wanita.

Presiden Prancis Hollande menekankan kebutuhan untuk memberikan kesempatan pendidikan dan kerja bagi kaum perempuan. Negara di semua tingkatan harus memastikan wanita memiliki hak yang sama dengan pria, sehingga memungkinkan kaum wanita diberi tanggung jawab yang lebih besar.

Menurut laporan bahwa Xi Jinping juga akan bertemu dengan Presiden Rusia Putin, Presiden Iran Rohani kemudian mengadakan pidato di dewan PBB pada 28 September sebelum mengakhiri kunjungan sepekannya di Amerika. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular