Keterangan foto: 17 kali ledakan bom terjadi dalam waktu berdekatan di Guangxi Liuzhou Liucheng County pada 30 September siang. (foto internet)

Oleh: Gu Xiaohua

Terjadi 17 kali ledakan bom dalam waktu yang hampir bersamaan di Liucheng County Tiongkok pada Rabu (30/9/2015) antara pukul 15:15 – 17:00. Menurut berita yang dirilis oleh Kantor Keamanan Publik setempat bahwa ledakan terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan di 17 lokasi dengan sasaran kantor pemerintahan, perumahan, pertokoan dan tempat-tempat keramaian.

Korban tercatat sementara 7 orang tewas, 2 orang belum ditemukan dan 51 orang luka ringan hingga berat. Ketakutan menyelimuti seluruh kota, masyarakat dievakuasi dan kota pun diblokir oleh polisi dan militer.

Saksi mata seorang kurir pria bermarga Wei menuturkan bahwa ia mendengar 2 kali suara ledakan cukup dasyat yang berasal dari dalam sebuah gedung saat sedang dalam tugas menghantar paket konsumen. Orang lain memberitahukannya bahwa yang meledak itu adalah paket kiriman, tetapi ia tidak percaya pada saat itu. Tak lama kemudian ponselnya berdering, atasannya di perusahaan minta ia segera menghentikan tugas pengiriman.

Kepada Epoch Times ia mengatakan bahwa sebuah bangunan berlantai 3 yang tak jauh dari dirinya berada saat itu runtuh akibat ledakan, dinding bagian depan bangunan dan lantainya langsung runtuh. Debu tebal mengepul.

“Saya melihat mobil, pecahan kaca juga orang terlempar ke udara,” katanya.

Keterangan foto: 17 kali ledakan bom terjadi dalam waktu berdekatan di Guangxi Liuzhou Liucheng County pada 30 September siang. (foto internet)

Ia yang berada ratusan meter dari TKP juga merasakan gelombang getaran dari ledakan itu. Karena ketakutan ia pun bergegas meninggalkan lokasi tersebut. Tidak lama kemudia, ia kembali mendengar suara ledakan yang ketiga, lledakan yang besar kemungkinan terjadi dalam Pusat Perdagangan WTC (di Liucheng). Menurut pria bermarga Wei itu bahwa sebelum ini ia juga sudah mendengar 4 kali suara ledakan yang entah berasal dari mana.

Sekarang, para warga diminta untuk keluar dari gedung maupun rumah mereka, semua jalanan ditutup oleh petugas keamanan, warga hanya boleh keluar dari daerah yang diblokir tanpa boleh masuk. Bagi mereka yang memiliki rumah di kampung lain agar untuk sementara waktu meninggalkan Liucheng. Banyak warga yang terpaksa mengungsi di lapangan-lapangan terbuka. Kantor juga banyak yang tutup.   (sinatra/rmat)

Share

Video Popular