Keterangan gambar: Petugas dari Dinas Keamanan dan Ketertiban Publik sedang melakukan perondaan setelah insiden peledakan. (foto internet)

Oleh Luo Ya

Kamis (110/2015) adalah hari pertama liburan panjang selama sepekan yang juga merupakan hari diproklamasikannya Republik Rakyat Tiongkok setelah komunis berhasil menggulingkan pemerintahan Republik Tiongkok pimpinan Kuomintang. Mungkin karena pengaruh liburan panjang itu serta akibat serentetan ledakan bom yang terjadi sehari sebelumnya. Liucheng County, Liuzhou di propinsi Guangxi ini tampak jauh lebih sepi seperti sebuah kota yang tak berpenghuni. Toko-toko tutup, hampir tidak melihat ada orang yang berlalu lalang di jalanan. Masyarakat juga tidak berani banyak berbicara.

Pihak berwenang melaporkan bahwa ledakan bom terjadi di 17 lokasi yang berbeda. Akibatnya, diperkirakan 50-60 orang tewas dan cedera. Namun angka itu jauh lebih kecil dari data warga dan saksi mata yang menyebut bahwa korban bisa mencapai ribuan. Dari parahnya kondisi ledakan di sepanjang jalan Jiulong itu saja, tidak mungkin hanya ratusan orang yang jadi korban.

Jaringan sosial selalu paling ramai dikunjungi pengguna bila terjadi isu-isu tertentu. Mereka biasanya akan membuka akun mereka untuk mendapatkan info terkini dari sahabat atau rekan-rekan. Sina microblogging juga memanfaatkannya untuk menyampaikan sebuah pemberitahuan peringatan kepada seluruh pengguna mereka yang bunyinya, “Para netizen diminta untuk tidak memperbaharui berita media, sebaiknya menantikan pemberitaan resmi dari Dinas Keamanan dan Ketertiban Publik.”

Suasana kota lengang hanya sedikit orang yang berlalu lalang di jalanan

Akibat ledakan kemarin sore, seluruh pertokoan di Liucheng tutup, perdagangan terhenti. Seorang wanita warga kota tersebut melukiskan, jalanan di kota yang biasanya ramai, sekarang jadi begitu lengang. Yang terlihat hanya beberapa petugas kepolisian yang berjalan kaki untuk melakukan tugas ronda dan sesekali terdengar bunyi suara sirine mobil ambulans. Entah sampai kapan warga harus menahan kegelisahannya. Belasan ledakan kemarin telah melenyapkan suasana damai di kampung itu.

“Kita selalu berpikir dan berharap Liucheng selalu berada dalam kondisi tanpa bencana. Kita tidak ingin berprasangka buruk terhadap dunia, kitaa lebih memillih berpandangan positif terhadap dunia. Tetapi yang kita dapatkan adalah imbalan yang buruk.. Semoga saja jiwa para korban yang tewas sekarang bisa beristirahat dalam damai,” komentarnya.

Seorang pemuda nekad keluar rumah untuk mencari makanan kecil berbicara dengan penjualnya, “Saya sudah berputar-putar kota untuk mencari makanan, melalui 3 lokasi ledakan bom. Baru di sini ketemu toko yang buka”.

Seorang warga lokal lainnya mengatakan, “Sebuah bungkusan yang dicurigai adalah bahan peledak ditemukan orang di daerah dekat rumah sakit, banyak orang berkerumun di sana.”

Keterangan foto: Menjelang peringatan hari jadi RRT, 17 kali ledakan bom yang berlangsung sekitar 2 jam merusak kantor pemerintahan, rumah sakit, stasiun KA dan tempat lainnya di Liucheng County. (foto internet)

Depan rumah murid berseragam sekolah mengalami 7 kali peledakan

Menurut berita yang dirilis Kepolisian Liucheng pada 30 September 2015, peledakan terjadi sebanyak 17 kali di lokasi-lokasi pertokoan, lembaga pemasyarakatan Liucheng, gedung pemerintahan di Taipo, stasiun kendaraan, rumah sakit pengobatan Tiongkok, Pusat pengendalian penyakit, mess tempat tinggal untuk petugas Dinas Peternakan dan lainnya. Korban tewas sebanyak 7 orang, 2 orang belum ditemukan dan 51 orang lainnya menderita luka-luka. Tersangka pelaku sudah diketahui, polisi sedang melakukan pengejaran.

Pemerintahan setempat mengumumkan bahwa ledakan terjadi di 17 lokasi, tetapi warga ada yang membantah mengatakan lebih dari angka itu. Depan rumah seorang murid wanita mengalami 7 kali ledakan. Pertama saat ia masih berada dalamm rumah, beruntung saat itu ia tidak berada di dekat jendela, ia melihat banyak pecahan di lantai saat berusaha untuk keluar dari bangunan rumah. Terali besi ‘anti-maling’ dan alat pengatur udara rusak. Ketika ia sudah berada di luar, 1 kali lagi suara ledakan di depan rumahnya ia dengar. (Sinatra/rmat)

Keterangan foto: Suasana setelah insiden peldakan (foto internet)

IKeterangan foto: Suasana setelah insiden peldakan (foto internet)

Share

Video Popular