Keterangan foto: Suasana di TKP ledakan Bom Liucheng County, Liuzhou, Guangxi pada 30 September 2015. (foto internet)

Oleh: Gu Xiaohua

Pada Jumat (2/10/2015) media resmi Tiongkok mengklaim tersangka pelaku ledakan bom di Liucheng County Wei Yinyong telah tewas di tempat kejadian. Pernyataan ini menjadi bahan pembicaraan ramai di masyarakat. Orang dalam mengungkapkan kepada reporter Epoch Times tentang keadaan keluarga Wei Yinyong dan tidak percaya Wei Yinyong yang melakukan peledakan itu.

Keadaan Wei dan keluarganya

Kepolisian mengatakan, ledakan dilakukan tersangka Wei Yinyong karena konflik masalah penggalian batu dengan penduduk desa sekitar juga dengan perusahaan penggalianan.

Orang dalam tersebut mengungkapkan bahwa Wei Yinyong yang warga Dabuzhen itu memiliki seorang istri cantik dengan sepasang anak. Putrinya berusia 5 tahun dan putranya itu baru berumur 1 tahun. Ia tinggal serumah bersama kedua orangtuanya dan paman. Halaman depan rumahnya digunakan untuk berjualan gula-gula, rokok, minuman kecil dan sebagainya.

Wei Yinyong pernah mendapat pinjaman dana dari perbankan pada 2003 sebesar RMB. 1 juta yang ia gunakan untuk membeli ekskavator, truk dan lain perlengkapan untuk keperluan operasi penggalian batu. Ia kemudian membuka satu lahan penggalian di desa Dongjing. Tak lama setelah itu, memang terjadi konflik dengan warga desa di sana dan ia pun berulang kali meminta kepada pamongpraja setempat untuk membantu menyelesaikan perselisihan antar mereka, tetapi belum ada hasilnya sehingga usahanya menjadi terkatung-katung.

Dikatakan oleh orang dalam itu bahwa sampai sekarang keluarganya belum tahu soal nasib Wei Yinyong, tetapi keluarga juga tidak percaya pelaku peledakan adalah Wei Yinyong. Seorang anggota keluarga Wei mengatakan bahwa mobil milik Wei telah dipinjam oleh seseorang di hari kejadian yang kemudian polisi menemukannya dalam kondisi rusak berat di TKP.

Keraguan orang dalam itu muncul karena sulit dipercaya Wei bisa memperoleh begitu banyak nama dan alamat dari internet yang kemudian digunakan sebagai sasaran pengiriman paket bomnya. lagi pula sangat kecil kemungkinan seorang individu bisa melakukan peledakan dengan skop sebesar itu. Ia juga menjelaskan, orang desa setempat di sana biasanya tidak mau membeli barang dagangan keluarga Wei bila di antara mereka sedang berselisih. Kalau terjadi konflik yang berkaitan dengan bidang usaha, pemilik perusahaan di sana juga tidak jarang akan membiayai preman untuk melakukan tekanan demi ‘selesainya masalah’. Tetapi Wei Yinyong tidak melakukan hal itu.

Kalau Wei Yinyong yang melakukan ledakan itu, keluarga Wei bisa babak beluk dihajar oleh sesama etnis Zhuang yang berjumlah cukup banyak di propinsi Guangxi. Namun, itu pun tidak terjadi, keluargnya tidak terancam sama sekali.

Menurut orang dalam tersebut bahwa masyarakat setempat dan lingkungan teman Wei masih saja membicarakan ihwal peledakan dan pelaku. Banyak warga mempertanyakan bagaimana kepolisian dalam waktu sesingkat itu menemukan pelaku? Sehingga justru kecurigaan tentang pernyataan pihak berwenang itu makin besar.

Keterangan gambar: Suasana di TKP ledakan Bom Liucheng County, Liuzhou, Guangxi pada 30 September 2015. (foto internet)

Beredar info di internal pihak berwenang bahwa ledakan terjadi di 24 lokasi

Dituturkan pula bahwa pejabat pemerintahan setempat pada Jumat (2/10/2015) telah mendapat pemberitahuan dari kantor Kotamadya Liuzhou yang berbunyi, “Insiden peledakan 30 September telah terungkap. Insiden tersebut tergolong kasus pidana, bukan kasus teror. Tersangka pelakunya adalah Wei Yinyong. Ledakan bom terjadi di 24 lokasi yang berbeda (di antaranya 23 lokasi di Liuzheng County, 1 lokasi di bagian utara kota Liuzhou) menyebabkan 11 orang tewas (termasuk tersangka), 51 orang menderita luka-luka di antaranya 33 orang (1 orang langsung pulang tetapi kembali ke rumah sakit karena menderita gendang telinga pecah). Mereka kini sedang dirawat.”

Meskipun nasib Wei Yinyong masih simpang siur, tetapi yang pasti adalah warga kota itu diselimuti suasana ketakutan.

Pada Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.00 waktu setempat, ada warga menemukan seorang yang mencurigakan di Hedong Road Lorong 14 membuat warga di sekitar sana buru-buru meninggalkan tempat tinggal mereka malam itu. Seorang pria bermarga Huang mengatakan, ia menerima pemberitahuan dari pemilik rumah yang meminta semua orang ke luar rumah, jangan berada di dalam bangunan, karena di sekitar itu ada orang yang mencurigakan. Situasi malam itu membuat warga bertambah panik, meskipun akhirnya tidak terjadi apa-apa. (sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular