Keterangan foto: Fasisme sangat berdampak buruk bagi umat manusia, hal ini tidak perlu diragukan lagi. Dibandingkan dengan komunisme, mana yang lebih mengerikan? Nampak pada foto persiapan parade militer Nazi Jerman di tahun 1930-an. (internet)

Oleh: Ping Yuan

Mengapa muncul fasisme? Jarang sekali ada ahli sejarah yang dapat menjelaskan dengan tuntas. Fasisme muncul dan berkembang justru untuk menentang kamunisme.

Singkat kata, Fasisme muncul pada abad 20 sekitar 1920an di Italia. Perang Eropa (PD-I) baru saja selesai, negara-negara klasik sudah ambruk, era baru secara bergemuruh sedang memulai pentasnya. Komunisme dari teori di atas kertas telah mewujudkan diri di Rusia, pengaruh gelombangnya secara diam-diam telah mengaduk Eropa Barat. Di dalam dorongan the third International (1919-1943), bermunculanlah revolusi, pemberontakan demi kebebasan, mogok kerja bahkan pembunuhan secara rahasia, apalagi inflasi sangat parah, krisis ekonomi meledak, tata tertib masyarakat sangat kacau. Pada saat demikian Fasis muncul secara tiba-tiba dan menuntut perubahan. Fasis menyebut dirinya sebagai pelindung tata tertib lama, sangat membenci revolusi kamunisme, ingin cepat-cepat dengan kekerasan membendung merembetnya revolusi.

Apa yang disebut fasisme?

Dalam pengertian penulis secara pribadi, ia adalah doktrin untuk ikut mencampuri ekonomi, memusatkan kekuasaan secara luar biasa dalam hal politik, menjalankan paham kebangsaan ekstrim dalam hal kebudayaan, langkah selanjutnya tentulah menggunakan tindakan perang untuk mewujudkan tujuan “pemulihan rasa kebangsaan”.

Fasisme sangatlah dalam melukai umat manusia, hal ini tidak perlu diragukan lagi. Dibandingkan dengan komunisme, mana yang lebih mengerikan? Mari kita buat suatu perbandingan sederhana.

1. Jumlah manusia yang dibantai. Pembantaian yang dilakukan fasis Jerman terhadap orang Yahudi, “Pembantaian besar di Nan Jing” yang dilakukan oleh fasis Jepang dan lain sebagainya, ditambah lagi dengan korban perang sejumlah puluhan juta, orang-orang yang secara tidak langsung terkena dampaknya berjumlah seratusan juta.

Komunisme, “pembersihan besar-besaran” ex Uni Soviet, berbagai “aksi” negera-negara Eropa Timur, “Khmer Merah”-nya Kamboja, PKT mendalangi “reformasi agraria”, “reformasi industri dan perdagangan”, “gerakan menentang tiga jahat”, “gerakan menentang lima jahat”, “bencana alam tiga tahun”, “revolusi kebudayaan”, “pembantaian 4 Juni”, “penindasan terhadap Falun Gong” dan lain-lain, orang yang langsung dicelakai dan tewas sejumlah seratusan juta, jumlah orang yang dicelakai secara tidak langsung berjumlah beberapa ratus juta”.

2. Sasaran pembunuhan. Fasisme membunuh orang dari negara lain, atau bangsa lain. Komunisme khususnya membunuh orang senegara dan sebangsa.

3. Metode membunuh. Fasisme pada dasarnya menggunakan metode perang, pembantaian terhadap bangsa Yahudi dan Tionghoa menggunakan gas beracun, penembakan, pemenggalan kepala dan lain-lain. Komunisme, menggunakan metode yang penuh sensasi di sepanjang sejarah, berkembang sampai sekarang, sudah sampai pada “perampasan organ tubuh secara hidup-hidup dari praktisi Falun Gong dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya”, tindakan biadab yang kejam semacam ini sudah melampaui imajinasi manusia manapun dan melampaui batas bawah garis moral manapun.

4. Perampasan ekonomi. Fasisme ke luarnya melakukan perampasan ekonomi, ke dalam meskipun ikut mencampuri ekonomi, namun masih tetap menjaga kekayaan pribadi. Komunisme, ke luar, dengan nama yang diperindah melakukan “the united front” dan “bantuan”, ke dalam melakukan perampasan ekonomi, terhadap para anteknya memberikan manfaat tertentu, rakyat kebanyakan ditakdirkan kerja berat dan hidup miskin. Perkembangan sampai sekarang masih tetap seperti dulu.

5. Kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Fasisme tidak menyangkal teisme, bahkan menepuk dada menyatakan sebagai “rakyat kerajaan Allah” (nenek moyang orang Arian-Jerman adalah Tuhan, orang Jepang adalah kawulo Amaterasu-oominokami Tenshoo-daijin dan lain-lain). Bahkan secara di luar dugaan menunjukkan sangat menghormati agama Kristen, Katholik, agama Budha Tibet dan lain-lainnya, hal ini diserahkan saja pada para ahli agama dan teologia untuk mendiskusikannya, artikel ini tidak mengulasnya. Komunisme, menyangkal segala bentuk teisme, merusak segala kebudayaan yang diajarkan oleh Tuhan, menganiaya segala penganut ajaran Tuhan, hal ini juga merupakan akar kaum komunis melakukan kejahatan tanpa rasa kuatir, kejam tanpa batas bawah.

Munculnya fasisme merupakan tragedi yang ditakdirkan bagi umat manusia, kemunculannya ditakdirkan mendatangkan peperangan, malapetaka, berlumuran darah, keganasan. Umat manusia hanya dengan mengembangkan nilai-nilai universal, mengembangkan moral, mengembangkan bangsa dan saling mengasihi antar bangsa, barulah dapat menghindari kemunculannya lagi.

Kemunculan komunisme merupakan tragedi yang belum pernah terjadi bagi umat manusia, ia menyangkal keberadaan Tuhan, menyangkal semua tenaga supernatural, menyangkal segala moralitas dalam dunia, menyangkal segala sifat baik umat manusia. Di mana ia berada, hak hidup umat manusia dan hak atas kekayaan dirampas, pikiran diberangus, kebebasan sampai taraf maksimum dirampas.

Kebanyakan negara dan bangsa di dunia telah mencampakkan komunisme, “arwah” tersebut masih tetap bertahan megap-megap di Tiongkok. Dalam makna tertentu, sejarah umat manusia yang berkembang sampai saat ini, menentang ataupun tidak, “setiap pribadi manusia secara konkrit” akan mengalami ujian akhir, apakah dapat berpikir secara mandiri, apakah masih memiliki pandangan dasar tentang baik dan jahat, apakah masih memiliki sifat-sifat manusia yang mendasar, apakah masih memenuhi syarat untuk menjadi “manusia”, dengan menolak atau menerima komunisme. Komentator web yang beken maupun kecil, para tukang pukul besar-kecil yang masih tetap diperalat olehnya, janganlah masih tetap dikacaukan pikirannya! Dalam sejarah sampai saat ini, ideologi tersebut adalah yang paling mahir dalam mencelakai “orang-orang sendiri”! (pur/whs/rmat)

 

 

Share

Video Popular