Keterangan foto: Gerbang kota kuno ‘Arkus Kemenangan’ (The Arch of Triumph) peninggalan 2.000 tahun di Palmyra, Suriah hancur dibom pasukan IS. Gambar bangunan tersebut sebelum hancur. (Wikipedia)

Oleh Li Yang

Satu lagi bangunan bersejarah di Palmyra, Suriah dirusak oleh pasukan IS (Islamic State). Menurut penanggungjawab benda-benda bersejarah Suriah, pada Sabtu (5/10/2015) bahwa ‘Arkus Kemenangan’ sebuah lambang kota Palmyra, Suriah telah mengalami kerusakan akibat dibom oleh pasukan IS.

Gerbang kota yang diperkirakan telah dibangun pada 2.000 tahun lalu, merupakan lambang kebanggaan kota Palmyra. Reuters mengabarkan bahwa penanggungjawab benda-benda bersejarah Suriah, Maamoun Abdulkarim mengkonfirmasi kejadian tersebut yang dilakukan oleh anggota IS pada Minggu (4/10/2015).

Dari gambar foto yang diedarkan melalui jaringan sosial oleh baik arkeolog maupun aktivis Palmyra menunjukkan, kedua penyangga di sisi kiri dan kanan ‘Arkus Kemenangan’ sudah hancur rusak. Organisasi pembela HAM Suriah yang didirikan di London juga mengkonfirmasi terjadinya penghancuran ‘Arkus’ oleh anggota IS di Suriah.

Menurut Abdulkarim ‘Arkus Kemenangan’ yang berdiri di antara reruntuhan pilar-pilar bangunan kuno itu adalah lambang sejarah kota Palmyra. Ia memperingatkan bahwa anggota IS telah melatakkan bahan peledak, ia khawatir seluruh benda-benda kuno tersisa peninggalan di sana bisa dihancurkan oleh IS, termasuk peninggalan bekas theater terbuka, pilar-pilar batu dan lainnya. Untuk itu ia menghimbau masyarakat internasional untuk membantu penyelamatan Palmyra.

BBC melaporkan bahwa Dirjen. UNESCO, Irina Bokova mengutuk tindakan kejahatan perang yang dilakukan IS. Dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersatu melawan IS, mengutuk perbuatannya yang menghancurkan benda-benda bersejarah.

Islamic State (IS) sejak Mei tahun ini menduduki kota kuno Palmyra yang berarsitektur Romawi, kemudian melakukan pengrusakan-pengrusakan terhadap monumen arsitektur bersejarah, warisan budaya serta sisa-sisa peninggalan jaman Romawi yang telah berusia 2.000 tahun, termasuk Lion of Al-lat, Baalshamin Temple, Temple of Bel dan sebagainya. Pengrusakan Lion of Al-lat oleh IS dinilai sebagai pengrusakan warisan yang paling serius.

Kota kuno Palmyra yang dijuluki mutiara padang pasir ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, karena memiliki sejumlah besar reruntuhan kota kuno jaman Romawi, juga merupakan salah satu pusat budaya yang paling penting di dunia. Sebagian besar reruntuhan itu berasal dari monumen dan bangunan di abad 1 dan 2 Masehi. (sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular