Keterangan foto: Kapal kargo AS “El Faro’ beserta 33 orang awaknya hilang secara misterius di Segitaga Bermuda pada 2 Oktober. (video screenshot)

Oleh Li Yang

Kejanggalan kembali terjadi di perairan Segitiga Bermuda. Sebuah kapal kargo ‘El Faro’ bersama awaknya yang berjumlah 33 orang hilang secara misterius pada Jumat (2/10/2015) lalu. Militer AS sudah dikerahkan untuk membantu pencarian. Hanya sebuah karet pelampung dari kapal tersebut yang ditemukan oleh polisi penjaga pantai pada Minggu (4/10/2015).

Laporan yang dikutip dari kumpulan berita beberapa media di Amerika menyebutkan bahwa kapal kargo ‘El Faro’ memiliki panjang 224 meter. Sebelum hilang, kapal itu membawa 33 orang awak yang terdiri dari 28 orang awak berbangsa Amerika dan 5 orang awak berbangsa Polandia. Kapal tersebut adalah milik perusahaan pelayaran TOTE Maritime yang berkantor pusat di kota Jacksonville, Florida. Kapal tersebut lebih sering digunakan untuk mengangkut mobil-mobil keluaran industri untuk dikirim ke dealer.

‘El Faro’ meninggalkan pelabuhan laut Jacksonville pada 29 September 2015 dan sedang berlayar menuju San Juan di Puerto Rico. Ketika sampai di perairan sekitar kepulauan Bahama kapal terkena serangan badai Joaquin dan hilang tak berbekas.

Jumat lalu, polisi penjaga pantai AS dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan menelusuri permukaan perairan seluas 850 persegi mil laut yang diteruskan sampai keesokan harinya. Juru bicara kepolisian penjaga pantai mengatakan bahwa pencarian belum menemukan jejak kapal. Panggilan darurat satu-satunya yang dikeluarkan oleh kapal itu terjadi pada Kamis pagi pukul 07:20 waktu setempat. Informasi menyebutkan bahwa kapal sedang menghadapi gelombang setinggi 20 – 30 kaki, aliran listrik di kapal terputus, air laut sudah masuk kapal dan kehilangan tenaga penggerak. Namun tak lama kemudian mereka mengabarkan bahwa situasi masuknya air sementara sudah dapat diatasi.

CNN melaporkan, Juru bicara kepolisian penjaga pantai AS mengatakan bahwa pencarian sempat terhalang oleh cuaca buruk di lokasi hilangnya kapal. Hal lain yang disesalkan adalah kehilangan kontak dengan kapal kargo itu.

Selain menerjunkan anggota dari kepolisian penjaga pantai, pencarian juga dibantu oleh helikopter-helikopter dari Angkatan Laut dan Udara untuk menelusuri perairan sekitar Crooked Island di Lautan Atlantik. Namun, hanya sebuah pelampung milik kapal itu yang ditemukan.

Menurut juru bicara, meskipun jejak kapal belum berhasil ditemukan, tetapi penemuan pelampung itu kiranya cukup membuktikan adanya kesungguhan dari para pihak dalam upaya untuk menemukan kapal.

“Besok kita masih akan meneruskan pencarian, menambah kekuatan dengan mengirimkan 3 unit pesawat angkut C-130, dan dari Angkatan Laut sebuah pesawat patroli maritim Poseidon P-8,” tambahnya.

Juru bicara perusahaan TOTE Maritime dalam pernyataannya mengatakan bahwa kapal ‘El Faro’ yang mengantongi ijin untuk berlayar pada hari itu telah dilengkapi oleh para awak kapal yang cukup mahir dalam mengatasi berbagai perubahan cuaca. Ia juga memberi dorongan kepada anggota keluarga awak yang berkumpul di lobby perusahaan agar mereka tidak patah semangat.

Direktur Operasi TOTE Maritime, Anthony Chiarello mengatakan bahwa ia telah menemui keluarga para awak. Ia juga mengatakan, Kapten Kapal Michael Davidson memiliki 20 tahun pengalaman berlayar.

Dalam beberapa hari terakhir ini anggota keluarga terus cemas menanti kabar pencarian yang dilakukan oleh pihak militer. Istri dari salah satu awak kapal itu, Rochelle Hamm (44) mengekspresikan kebingungan atas keputusan kapten kapal yang memutuskan untuk melanjutkan pelayaran dalam cuaca yang sangat buruk.

“Kita (anggota keluarga) ingin tahu alasan mengapa mereka terus berlayar walau badai akan menyerang ?” tanyanya.

Putri Kapten Kedua ‘El Faro’ Danielle Randolph, Laurie Bobillot mengatakan, setelah 4 hari menanti dalam kecemasan, ia mencoba untuk tetap berharap ada kabar baik dari pihak militer yang melakukan pencarian dan bisa memiliki kepercayaan tinggi kepada Kapten Kapal Michael Davidson.

Segitiga Bermuda juga dikenal dengan nama Segitiga Setan. Terletak di bagian utara dari Lautan Atlantik yang dinamakan Laut Sargasso. Di sana sering terjadi peristiwa yang di luar nalar manusia, seperti pesawat udara atau kapal laut yang melintas, hilang secara misterius. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular