Keterangan gambar: Para arkeolog telah menemukan benteng kuno Acra bergaya militer khas Yunani, dengan skala dan bangunan yang menakjubkan(AFP PHOTO/GALI TIBBON

Oleh: Lin Yan

Para arkeolog telah menemukan benteng kuno Acra bergaya militer khas Yunani di Yerusalem yang dibangun pada 2000 tahun silam. Badan arkeologi Israel mengatakan bahwa temuan tersebut telah memecahkan misteri arkeologi terbesar di Yerusalem.

Melansir laman “USA Today” Rabu (4/11/2015), situs tersebut terletak di sebuah area parkir di Kota Daud atau City of David, Taman Nasional Tembok Yerusalem, Israel. Doron Ben-Ami, direktur arkeologi dari badan arkeologi Israel, dan arekeolog Yana Tchekhanovets serta Salome Cohen mengatakan, bahwa sekarang bisa membangun kembali penyebaran kota tua.

“Benteng kuno ini mengendalikan semua jalur yang menuju ke Temple Mount, memotong jalur lalu lintas di kota selatan dengan kuil di Temple Mount,” katanya.

Menurut informasi dari Badan Arkeologi Israel, pada Selasa (3/11/2015) lalu, bahwa benteng kuno tersebut adalah benteng Acra bergaya militer khas Yunani yang tercatat dalam sejarah. Dari hasil galian terkait ditemukan, benteng Acra tersebut tampak sangat menakjubkan dan megah. Fundamen dari salah satu menara control ada sekitar 4 meter lebarnya, dan panjang 20 meter, sementara di depannya ada lereng yang terjal.

Arkeolog juga menemukan batu timah, panah dan busur perunggu serta perlengkapan perang lainnya dalam reruntuhan tersebut, dan menemukan koin berikut guci anggur dari laut Aegean. Menurut arkeolog, bahwa benda-benda tersebut menunjukan bahwasannya ada penduduk “nonYahudi yang bermukim disana kala itu.

Menurut catatan sejarah, bahwa sekitar tahun 200 SM, raja kekaisaran Hellenistik Seleukia, Antiokhus IV Epifanes membangun sebuah benteng Acra di Yerusalem, yang digunakan untuk mengontrol Temple Mount dan menakklukkan bangsa Yahudi. Belakangan, penduduk Yerusalem mulai menderita karena ditindas bangsa Accra, hingga pada tahun 141 tahun SM, dinasti Hasmoneans menduduki kota Accra, dan saat itulah penduduk Yerusalem baru terbebas dari penderitaan.

Dalam “Kitab Makabe” dan sejarawan Yahudi, Josephus Flavius rata-rata menyebut Acra terletak di kota Daud. Mereka membangun menara dan tembok yang besar dan kokoh, menjadikan kota itu sebagai sebuah benteng Yunani, yakni Accra. Mereka mengubah kota itu menjadi negeri kriminal, tempat pertemuan kaum jahat, serta untuk melindungi benteng mereka sendiri sebagaimana yang digambarkan dalam Kitab Makabe.

Dalam buku “sejarah kuno Yahudi” (12:252-253) karya Flavio, mereka merobohkan tembok, lalu membangun benteng Acra di daerah dataran rendah untuk memantau kuil Yahudi. Ia (Raja Antiokhus IV Epifanes-red) menggunakan tembok tinggi dan menara untuk membangun Acra, dan merombak kota itu menjadi benteng militer di Makedonia.

Hampir selama satu abad, dimana karena kurangnya petunjuk, sehingga para arkeolog tidak tahu dimana lokasi konkret dari Acra itu secara pasti. Namun, setelah kurang lebih sepuluh tahun pengalian arkelogi.

“Akhirnya sekarang bisa mengungkap misteri keberadaan benteng Acra,” demikian kata Badan arkeologi Israel. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular