Keterangan gambar: Ilustrasi.Perbandingan antara Bumi (kiri) dan Kepler 452b (planet mirip Bumi, gambar kanan) (Wikipedia)

Oleh: Lin Yan

Para ilmuwan telah memastikan unsur-unsur dasar di ruang antar planet di alam semesta itu terdiri dari karbon, nitrogen, oksigen dan atom, unsur-unsur ini selanjutnya membentuk komponen atom dasar kehidupan kita. Dengan demikian, unsur-unsur ini sudah ada miliaran tahun di galaksi alam semesta, lantas apakah unsur-unsur yang membentuk kehidupan di bumi ini terus secara kontinyu membentuk awan gas, bintang, planet dan materi lainnya, bahkan membentuk berbagai kehidupan?

Jawabannya adalah ya seperti dilansir Insider Bisnis, pertanyaannya sekarang sudah bukan lagi, “Apakah ada kehidupan di luar bumi?” melainkan “Apakah kita akan menemukannya dalam beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan telah menemukan banyak bukti yang tak terbantahkan, menegaskan adanya kehidupan di luar bumi.

Di antara miliaran galaksi yang dapat diamati, dimana meskipun terdapat kehidupan di galaksi dalam skala yang sangat kecil, tapi ada puluhan miliar galaksi yang hidup setidaknya seperti kehidupan mikroba.

Sejauh ini, selain memastikan adanya kandungan air di mana-mana di tata surya, National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga menemukan planet mirip bumi dengan bantuan teleskop Kepler di zona layak huni. Ini mengindikasikan bahwa besar kemungkinan terdapat kehidupan di luar tata surya bahkan kehidupan makhluk cerdas di sana.

NASA: Tata surya dipenuhi dengan air

Sejauh ini telah dipastikan, bahwa banyak planet di tata surya mengandung lautan es atau air, misalnya planet Pluto, Ganymede, Callisto, Eris, Sedna, Rhea, Triton, Oberon dan sebagainya.

Keterangan gambar: Banyak planet di tata surya mengadung lautan es atau air. (Wikipedia)

Sehubungan dengan planet tersebut di atas, Maret 2015 lalu, pihak NASA menegaskan, di bawah tutupan es Ganymede terdapat sehamparan lautan air asin. Sementara Triton, yaitu satelit pertamanya Neptunus, mengandung atmosfer yang terbentuk dari nitrogen dan metana, dan berisi satu lapisan air di dalamnya, dan kemungkinan terdapat kehidupan di dasar samudera. Karena itu, pihak NASA mengatakan bahwa ada kandungan air di mana-mana di tata surya.

Planet Kepler 452b di luar tata surya-Bumi 2.0

Teleskop Kepler telah mengonfirmasikan bahwa beberapa planet di luar tata surya itu sangat mirip dengan bumi, kemungkinan terdapat kehidupan di atasnya, dan berencana untuk mengamati ribuan planet yang diduga sebagai planet terrestrial (planet mirip bumi).

Keterangan gambar: Planet mirip bumi yang ditemukan teleskop Kepler(NASA Ames/W. Stenzel

Pada 23 Juli lalu, NASA mengumumkan bahwa teleskop Kepler telah menemukan planet Kepler 42b (Bumi 2.0) yang paling mirip dengan bumi di luar tata surya. Planet itu terletak berada di konstelasi Cygnus yang jauhnya lebih dari 1,400 tahun cahaya dari bumi, dan sekitar 60% jauh lebih besar dari Bumi, waktu yang dibutuhkan Kepler-452b untuk mengorbit bintangnya (waktu 1 tahun) adalah 385 hari. Jumlah itu tidak berbeda jauh dengan waktu 1 tahun di bumi yang berisi 365 hari.

Keterangan gambar: Perbedaan orbit antar bumi dengan (planet) Kepler-186 dan Kepler 452 yang mirip bumi di luar tata surya. (Wikipedia)

Kepler 452b terletak di wilayah layak huni, mungkin terdapat aktivitas gunung berapi aktif, samudera dan matahari seperti di bumi. Sementara suhunya tidak terlalu panas atau terlalu dingin, memungkinkan air cair untuk selalu eksis, dan mendukung kehidupan. Bintang Kepler 452b jauh lebih besar 4% dari matahari, lebih tua 1,5 miliar tahun, dan 10% jauh lebih terang, demikian kata ilmuwan.

KIC 8462852 dikelilingi “Kumpulan Materi Padat”.

Melansir laman “The Atlantic” pada 13 Oktober 2015 lalu, ilmuwan menemukan bintang aneh bernama KIC 8462852 yang terletak di antara kedua gugus bintang Lyra dan Cygnus di langit belahan bumi utara.

 

Keterangan gambar: Posis bintang Cygnus (warna hijau) dan Lyra (warna kuning)-(Wikipedia)

Itu adalah bintang yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, setelah astronom mengamatinya selama 4 tahun dengan menggunakan teleskop ruang angkasa Kepler sejak 2009 silam. Dari hasil analisis data terkait, astronom mendapati bintang KIC 8462852 itu dikelilingi oleh “sekumpulan materi padat”. Sementara itu, astronom Jason Wright dari Penn State University mengatakan, bahwa meskipun alien selalu diinferensikan sebagai alternatif terakhir, namun berdasarkan data-data tersebut, membuat orang berpikir bahwa hal itu disebabkan oleh peradaban alien.

Drake equation (Persamaan Drake): Pada dasarnya mustahil manusia adalah makhluk cerdas yang hidup sendirian di jagad raya.

Hingga detik ini, orang-orang masih menggunakan suatu metode perhitungan peradaban luar bumi-Drake equation atau persamaan Drake N=R*(Fp)(Ne)(Fl)(Fi)(Fc)L yang dikemukakan pada 1960 oleh astronom Frank Drake itu untuk memprediksi jumlah peradaban cerdas baik di dalam maupun di luar galaksi yang mungkin berhubungan dengan kita.

Di antaranya N merepresentatifkan jumlah peradaban di dalam galaksi yang mungkin berhubungan dengan kita”, R* adalah “kecepatan pembentukan bintang di dalam galaksi”, sedangkan Fp adalah “kemungkinan adanya planet pada bintang”, dan Ne adalah “jumlah rata-rata planet yang terletak dalam lingkup yang cocok untuk ekologi”, sementara Fl merepresentatifkan kemungkinan adanya kehidupan yang dikembangkan dari planet-planet terkait di atas”, dan fi adalah “kemungkinan mengevolusikan makhluk berintelegensi tinggi”, sedangkan Fc adalah “kemungkinan makhluk cerdas mampu melakukan kontak/komunikasi”, dan L merepresentatifkan harapan hidup dari peradaban cerdas.

Berdasarkan data pengamatan dari teleskop Kepler, ilmuwan sekarang dapat memperkirakan secara kasar jumlah bintang yang berisi planet di dalam galaksi, proporsi planet yang layak huni, sehingga dengan demikian dapat menghitung secara kasar kemungkinan adanya makhluk cerdas di alam semesta. Pada19 Oktober lalu, astronom Adam Frank dari University of Rochester, NewYork, dan astronom Woodruff Sullivan dari University of Washington, AS, memaparkan, bahwa selama kemungkinan munculnya species cerdas di planet yang layak huni itu mencapai seper-sekuadriliun, maka menurut Drake Equation atau rumus persamaan Drake dapat diperkirakan, bahwa kita bukan satu-satunya makhluk cerdas di jagad raya ini.

Setidaknya ada 10 miliar galaksi kemungkinan mengandung kehidupan

Menurut laporan jurnal “Science” November 2014 lalu, bahwa dalam lingkup sekitar 100 miliar galaksi yang diamati sejauh ini, jumlah galaksi yang mengandung kehidupan itu sangat besar. Meskipun menghasilkan sinar gamma energi tinggi saat big bang dan menghancurkan 90 persen kehidupan di galaksi, tetapi masih ada 10% sisanya, dan 10 miliar galaksi itu dapat menghasilkan sekaligus memperpanjang hidupnya.

 

Keterangan gambar: Sebagian galaksi di angkasa.(NASA/ESA)

Letusan sinar gamma tersebut tidak akan secara mutlak membunuh semua mikroorganisme, jadi, tidak akan menyebabkan semua galaksi menjadi tanah/ tempat yang gersang.

“Sinar gamma akan sepenuhnya melenyapkan kehidupan? Mungkin tidak!”, kata Brian Thomas, ilmuwan dari Washburn University, AS.

Sementara itu, astrofisikawan Tsvi Piran dari Hebrew University, Yerusalem, Israel, juga berpendapat, bahwa setidaknya terdapat bakteri dan kehidupan lainnya di alam semesta.

“Sekarang pada dasarnya jelas, bahwa bakteri dan bentuk kehidupan lain dari tingkat rendah akan bertahan hidup setelah letusan sinar gamma,” jelas Tsvi Piran menambahkan. (joni/rmat)

TAMAT

 

Share

Video Popular