Keterangan foto: PKT akhir-akhir ini menggunakan perangkat canggih untuk memantau perbatasan mencegah etnis Tiber dan Uighur yang melarikan diri menyeberangi perbatasan. (Prakash Mathema/AFP)

Oleh Joshua Philipp & Chen Juncun

Ketika banyak negara mencoba untuk menghalangi masuknya imigran gelap ke negaranya, rezim Tiongkok komunis justru menggunakan segala cara untuk menghalangi warganya meninggalkan negara. Mereka bahkan menggunakan perangkat cangggih untuk mencegah etnis Tibet, Uighur dan minoritas lainnya lari menyeberangi perbatasan negara.

Menurut laporan media resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) bahwa perangkat canggih tersebut memanfaatkan sistem radar dan pesawat tak berawak untuk melacak orang yang dicurigai. Alat-alat itu sekarang sudah dipasang di beberapa wilayah perbatasan di propinsi Xinjiang, Yunnan, Tibet untuk kepentingan penangkapan pelaku penyelundup obat-obatan terlarang dan narkotika.

Meskipun demikian perangkat itu secara diam-diam juga digunakan untuk melacak dan menngkap warga Tibet maupun Uighur yang melarikan diri ke negara tetangga lewat perbatasan.

Menurut media tersebut, sistem itu menggunakan perangkat elektro optik, radar, peralatan komunikasi, peralatan kontrol dan alat analis citra yang sangat praktis untuk digunakan dalam pemantauan wilayah perbatasan. Juga dapat dioperasikan dalam segala cuaca. Ketika ada orang yang berusaha untuk menyeberangi perbatasan, alat tersebut akan mendeteksi dan menyampaikan sinyal kepada petugas pengawas perbatasan.

Juru bicara organisasi ‘Free Tibet’ Alistair Currie mengatakan, banyak warga Tibet ingin bebas dari kekuasaan PKT lalu mencoba untuk melarikan diri ke Nepal dengan berjalan kaki melintasi pegunungan bersalju dengan tebing-tebing yang curam. Kesulitan dan resiko mereka bakal bertambah dengan adanya perangkat itu.

Tentara perbatasan Tiongkok sudah lama dikenal sebagai pembantai karena selalu menembaki warga Tibet yang melarikan diri lewat perbatasan. Tak peduli apakah itu wanita atau anak-anak semua akan ditembak bila melewati perbatasan. Video rekaman gambar 2006 saat serombongan etnis Tibet yang ingin melarikan diri ke Nepal, mereka mengalami penembakan dari tentara penjaga perbatasan Tiongkok di Nangpa La trek sehingga menewaskan 2 orang.

Alistair mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini, etnis Tibet kian sulit untuk bisa lolos dari pemantauan pihak berwenang PKT. Karena itu jumlah pengungsi terus menurun dari ribuan setiap tahunnya menjadi ratusan bahkan sekarang mungkin hanya tinggal belasan orang saja.

Dikatakan bahwa orang-orang Tibet itu bisa menggunakan berbagai metode cerdik untuk melarikan diri dari Tiongkok, namun pasti mereka mengalami lebih banyak kesulitan karena pemasangan perangkat canggih itu.

Alistair percaya, perangkat canggih itu selain mempersulit warga Tibet dan Uighur melarikan diri dengan menyeberangi perbatasan, tetapi ‘mata-mata di langit’ itu juga pasti akan digunakan untuk memonitor kegiatan para etnis minoritas yang tidak berhubungan dengan pelarian.

Perangkat canggih tersebut telah membantu rezim PKT untuk memonitor kegiatan para etnis minoritas di daerah terpencil yang selama ini sulit mereka jangkau. Kini sarana ini makin membuat pemantauan yang sangat otoriter dari PKT menjadi lebih otoriter. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular