Periode perkembangan anak sangat cepat baik secara fisik maupun mental. Pada masa pembentukan kepribadian, kesehatan mental juga berperan besar. Beberapa psikolog percaya, sebagian penyakit mental yang diderita pemuda dan orang dewasa berkaitan dengan pengalaman psikologis masa kecil yang tidak sehat. Oleh karena itu, kesehatan mental anak sangat penting.

Berikut ini beberapa masalah perkembangan psikologis anak sejak usia dini:

1. Usia lahir hingga usia 1 tahun disebut masa menyusui.
2. Dalam ilmu psikologi umur 1 – 3 tahun disebut masa batita atau bawah tiga tahun.
3. Usia 3 – 6 atau 7 tahun disebut masa kanak-kanak, juga disebut masa pra belajar.
4. Anak berusia 6 -7 tahun sampai 11-12 tahun disebut masa awal belajar anak.
5. Kesehatan mental anak tunggal.

Kesehatan mental anak menyusui

Pada masa menyusui, ada berbagai masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan aktivitas ini. Dewasa ini sudah diakui secara resmi jika susu sapi tidak sebagus ASI. Tidak hanya masalah gizi, yang lebih penting, ibu yang menyusui bayinya akan menumbuhkan kehangatan emosional pada bayi. Dilaporkan, di sebuah tempat penitipan bayi, karena hanya memiliki sedikit staf pengasuh, maka diciptakan alat menyusui otomatis.

Ketika tombol ditekan, secara otomatis susu akan dituangkan ke dalam mulut anak. Akibatnya suasana hati anak sangat buruk, sehingga morbiditas dan mortalitasnya sangat tinggi. Akhirnya staf pengasuh ditambah dan mereka diwajibkan untuk menggendong si anak sehingga mereka dapat bebas menyusui. Juga diwajibkan menggendong dan bermain dengan mereka setiap hari. Hasilnya perubahan besar terjadi.

Selain itu, dari penelitian diketahui jika sikap ibu saat menyusui berdampak terhadap anak. Jika sang ibu menganggap menyusui hanya suatu kewajiban, misalnya saat anak sedang menyusu, dia sendiri sibuk memikirkan atau melakukan hal lain, maka hal ini tidak kondusif bagi perkembangan emosional anak. Jika sedang menyusui si anak berada dalam pelukannya, ibunya dengan tersenyum, menepuk dan membelai anak, selain sedang meminum ASI dia juga menikmati kasih sayang seorang ibu yang kondusif untuk perkembangan emosional yang sehat. Sebaiknya menyusui secara teratur. Setiap hari menyusui beberapa kali, beberapa jam sekali, bukan setiap kali bayi menangis lantas disusui. Menurut penelitian, kebiasaan hidup teratur yang dimiliki orang dewasa berkaitan dengan kebiasaan saat periode menyusui.

Dari perspektif kesehatan mental dikatakan, kebutuhan emosional dan menyusui pada anak sama pentingnya. Pada masa ini bayi berada dalam periode penting dimana emosi sedang dalam kondisi diferensiasi tajam. Mereka juga sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jika pada saat ini bisa menaruh lebih banyak perhatian, maka akan terjalin emosi yang sehat.

Oleh karena itu, kondisikan lingkungan yang indah, misalnya dengan sering mengganti pita, balon, atau mainan lainnya dengan warna berbeda. Sering mendengarkan musik yang elegan dan ceria. Sesekali menggoda dan memeluknya. Ada yang mengatakan, anak tidak boleh sering digendong, karena akan menjadi kebiasaan sehingga tidak dapat dilepas. Hal ini mungkin saja terjadi, tetapi jangan karena hal kecil lantas kehilangan hal yang lebih besar.

Menggendong anak tidak hanya membuat kulit dan tubuh saling bersentuhan, agar si anak menikmati belaian dan juga bermanfaat bagi perkembangan suasana hati yang baik, juga penting untuk kemajuan intelektual anak. Begitu anak digendong, horisonnya akan terbuka luas, maka informasi dunia luar yang indah dan beragam akan banyak terserap oleh mata, ini bermanfaat untuk perkembangan intelektual anak-anak. Juga, bayi usia enam bulan sampai satu tahun adalah periode perkembangan aktivitas mental secara cepat, sekaligus masa kritis pembentukan hubungan antara “Ibu dan anak”.

Jika dalam periode ini dapat meningkatkan kontak antara Ibu dan Anak, maka anak dapat dengan mudah mengembangkan suasana hati yang baik; Sebaliknya, jika anak kurang kasih sayang ibu dalam jangka panjang, maka dia akan mengalami teror malam, susah makan, gangguan pencernaan, dan bahkan menghasilkan masa pertumbuhan yang lambat. Ada yang bahkan beranggapan, kurangnya kasih sayang ibu saat mereka dewasa dapat mengakibatkan penyakit yang berhubungan erat dengan neurosis, psikosis, gangguan psikosomatik dan kepribadian.

Pada periode menyusui gizi bayi juga sangat penting. Pada masa ini pembelahan sel-sel otak sedang dalam kondisi meningkat. Apabila kekurangan gizi pada masa ini, maka akan memengaruhi jumlah sel-sel otak, juga dipastikan akan memengaruhi perkembangan intelektual anak. (Hui/Yant)

Bersambung

Share

Video Popular