Keterangan gambar: Gambar suhu permukaan laut yang diumumkan National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA 16 November lalu, bagian warna merah-orange menunjukkan suhu di atas normal. (AFP)

Oleh: Lin Honghua

Laporan iklim terbaru yang diumumkan Organisasi Meteorologi Dunia pada Senin (16/11/2015) menyebutkan, bahwa fenomena El Nino terus menguat. Paling kuat dalam 15 tahun terakhir ini, diperkirakan akan semakin kuat sebelum akhir tahun 2015, dan menjadi salah satu El Nino paling kuat sepanjang sejarah, yang akan menyebabkan bencana cuaca ekstrim yang lebih parah.

Fenomena El Nino adalah pola cuaca tropis yang terjadi di Samudera Pasifik, yang muncul sekitar lima tahun sekali, ketika terjadi fenomena El Nino, maka di Samudera Pasifik bagian timur, suhu samudera tropis di bagian tengah akan menjadi panas. Selanjutnya memicu kekeringan, badai, banjir dan cuaca ekstrim di seluruh dunia.

Organisasi Meteorologi Dunia di PBB mengatakan, fenomena El Nino kali ini akan membuat suhu rata-rata tiga bulan naik 2 derajat Celsius lebih tinggi dari biasanya, dan kekuatan seperti ini setara dengan 3 kali El Nino dahsyat yang terjadi pada 1972-1973,1982-1983 dan 1997-1998. Sehuhungan dengan itu, Organisasi Meteorologi Dunia telah membuat animasi untuk menjelaskan peristiwa terkait, dan menghimbau negara-negara di dunia memperkuat pencegahan untuk meminimalisir dampaknya.

“Fenomena El Nino kali ini mulai terjadi dengan polanya yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Bumi kita juga telah mengalami perubahan tajam akibat perubahan iklim, dan kencederungan ke arah samudra global yang lebih hangat, selain hilangnya es laut Kutub Utara, timbunan salju musim panas di belahan bumi utara juga hilang lebih dari satu juta kilometer persegi,” kata Sekretaris Jenderal WMO Michel Jarraud di Markas PBB.

El Niño sebelumnya telah menyebabkan kekeringan lebih parah, curah hujan tiada henti di pantai Pasifik Amerika Selatan. Sementara itu, samudera global juga menjadi lebih hangat, sehingga menyebabkan kematian besar-besaran beberapa organisme laut, pemutihan karang, dampak ekologis, dan pukulan serius bagi ekonomi negara-negara yang menggantungkan ekonominya pada hasil laut.

Para ahli di US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan lembaga terkait lainnya sebelumnya telah menyatakan, bahwa El Nino yang sangat kuat menyebabkan suhu global memecahkan rekor baru, seperti misalnya “the Blob” yang misterius itu telah menyebabkan gelombang panas di dasar laut akibat lonjakan suhu perairan di Samudera Pasifik. Diperkirakan akan menyebabkan terumbu karang sepanjang lebih dari 12,000 kilometer persegi itu mengalami kematian, atau sekitar 5% dari area total terumbu karang global.

El Nino yang kuat juga akan berdampak pada hasil panen padi dan jagung, menyebabkan jutaan penduduk miskin menghadapi kelaparan pada 2015 dan 2016 tahun depan. UNICEF memperingatkan, bahwa di wilayah selatan dan timur Afrika saja ada sekitar 11 juta anak-anak menghadapi kelaparan, paparan penyakit dan ancaman kekurangan air. Sementara itu, di belahan benua Asia, Samudera Pasifik dan sebagian wilayah Amerika Latin, juga menghadapi cuaca kering yang luar biasa dan bencana banjir. (joni/rmat)

 

 

 

 

Share

Video Popular