Ajang IEYI 2015 (http://eradio.ner.gov.tw)

JAKARTA – Pelajar Indonesia tampil gemilang pada ajang bergengsi bertajuk International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di New Taipei City, Taiwan pada Senin-Jumat, 16-20 November 2015. Pelajar Indonesia berhasil merebutkan satu medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas diperoleh dari karya invensi berjudul Jingkaton (jinjing karton) atau alat yang mempermudah dalam mengangkat barang berat karya dari Baskara. Sedangkan, lima medali perak diperoleh lewat karya ASYVO Tech Home (Android System and Voice Recognition) Technology Home atau sistem pengendali dan pengawas rumah dengan sistem android karya dari Yusril Anwar dan Dyhan Ramadhan; Water Visibility Detector atau alat untuk pendeteksi air bersih karya dari Dimar Arfiantino.

Medali perak lainnya diperoleh dari Tin Sand Separator Tool, alat pemisah pasir timah karya dari Fuja Clara Bestari; LENS_RG: Contact Lens for Helping Affected of Colorblinds, lensa kotak untuk penderita buta warna karya dari Syarif Muhammad Nur Taufiq; dan Portable Echolocation System Belt With Vibration and Sound Output as A Travel Aid for The Blind People, sabuk dengan sistem ekolokasi bagi tuna netra untuk mendeteksi adanya benda di sekitar mereka dengan menggunakan getaran dan suara karya dari Hanif Faalih Wienico Kusuma.

Sementara itu, karya yang memperoleh medali perunggu adalah AS-SHUR: Air Cleaning Robot, robot pembersih udara karya dari Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja. Selain itu, ajang IEYI juga menganugerahkan special awards kepada lima pelajar terpilih, yakni Fuja Clara Bestari, Syarif Muhammad Nur Taufiq, Hanif Faalih Wienico Kusuma, Yusril Anwar, dan Baskara.

Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain mengaku bangga dengan prestasi para pelajar Indonesia yang berkompetisi di Taiwan tersebut. Dikatakannya, kalah atau menang itu bukan hal yang utama, melainkan nomor kesekian. Hal yang terpenting adalah menarik capaian peluang baru yang diperoleh dan menunjukkan bahwa Indonesia itu mampu berprestasi dalam bidang iptek.

Senada, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI sekaligus Ketua Rombongan Delegasi Indonesia Nur Tri Aries Suestiningtyas, M.A. merasa bangga atas prestasi para pelajar Indonesia tersebut. “Selamat bagi para pelajar Indonesia. Kami sendiri dari LIPI saat ini dan ke depan akan terus mendorong dan menghubungkan karya-karya terbaik anak bangsa agar hasil karya terkomunikasikan ke tingkat internasional,” tandasnya dalam rilis LIPI dikutip Senin (23/11/2015).

Ajang ini dikuti oleh 104 invensi dari para inovator muda 10 negara di kawasan Asia dan Afrika. Para inovator muda dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Hongkong, Jepang, Macau, Phillipina, Singapura, Vietnam dan Turki ini berkompetisi menjadi yang terbaik dalam enam kategori lomba, di antaranya Technology for Special Needs, Green Technology, Safety and Health, Disaster Management, Education and Recreation, dan Foods and Agriculture.

Untuk IEYI kali ini, tuan rumah penyelenggaraan acara dilakukan oleh National Taiwan Normal University (NTNU). Sementara itu, ajang IEYI 2015 sendiri dibuka langsung oleh Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou yang didampingi Ketua Panitia Penyelenggara, Jhon Chang-Hon. (asr)

Share

Video Popular