Keterangan foto: Syed Rizwan Farook, 28 tahun. (internet)

Oleh Xia Jun

Staf pemerintahan South California Syed Rizwan Farook bersama istrinya Tashfeen Malik dengan membawa senapan melakukan serangan terhadap pengunjung suatu perayaan yang dihadiri oleh banyak staf pemerintahan dari San Bernardino County pada Rabu (2/12/2015). 14 orang tewas dan 21 orang lainnya mengalami luka. Kedua orang tersangka penembakan itu akhirnya juga tewas dalam baku tembak dengan anggota polisi.

Farook sudah bekerja di instansi pemerintah selama 5 tahun dan terakhir bertugas sebagai staf bagian inspektur kesehatan. Menurut penuturan kedua rekannya yang masing-masing bernama Patrick Baccari dan Christian Nwadike kepada Los Angeles Times bahwa mereka hampir tidak percaya saat mendengar orang memberitahu bahwa salah satu tersangka penembakan adalah Farook yang selama ini lebih dikenal sebagai individu yang baik dan sopan, tidak tempramen.

Menurut Patrick, Farook pernah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan kembali dengan membawa seorang istri yang ia kenal lewat media sosial. Mereka sudah memiliki seorang anak dan menikmati kehidupan yang diimpikan orang Amerika (living the American dream).

Kedua orang tersebut juga mengatakan bahwa meskipun Farook bekerja dengan mereka selama beberapa tahun, tetapi jarang berkomunikasi. Ia masih muda, berjenggot, tinggi, menyenangkan, suka dengan aktivitas di luar. Mereka dan rekan-rekan lainnya juga mengatakan, Farook adalah seorang Muslim yang taat, tetapi jarang membahas masalah agama dengan mereka.

Seorang rekan kerja yang pada Mei lalu baru berhenti bekerja dari Dinas Kesehatan San Bernardino Griselda Reisinger mengatakan, “Saya pernah menjadi rekan kerjanya, saya merasa ia tidak fanatik sehingga tidak pernah curiga terhadap dirinya”.

Griselda mengatakan, ia mendengar bahwa beberapa waktu lalu rekan kerja Farook merayakan ulang tahun bagi bayi Farook di kantor, sampai Farook mengambil hak cutinya. Pada Rabu (2/11/2015) malam, adik Farook yang bernama Farhan Khan menghadiri pertemuan media di Islamic Center di Anaheim, South California.

“Sulit bagi saya untuk mengungkapkan perasaan sedih hati saya ketika mendengar insiden ini. Saya tidak mengerti mengapa ia sampai melakukan hal ini. Saya sangat terkejut atas kejadiantersebut dan melalui kesempatan ini ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban,” katanya.

Menurut Patrick Baccari, saat penembakan itu terjadi, ia sedang mencuci tangan dalam kamar kecil. peluru senapan mengenai tempat tissu dan ada pecahan yang melukai wajah sehingga darah bercecer ke matanya. Ia pun dengan cepat merebahkan diri di lantai, bersama seorang lelaki lain mengganjal pintu dengan kaki agar tidak dibuka dari luar untuk menunggu kedatangan petugas keamanan.

Setelah itu, Patrick baru teringat bahwa Farook telah menghilang sebelum pengambilan foto bersama. Ia masih ingat ada seorang teman yang bertanya-tanya ke mana Farook?

Teman lainnya menuturkan bahwa saat perayaan Farook tampak tenang, kurang menunjukkan rasa gembira dan meninggalkan tempat sebelum pengambilan foto. Kepala Kepolisian San Bernardino Jarrod Burguan dalam konperensi pers, Kamis lalu mengatakan bahwa ada laporan yang menyebutkan, sebelum Farook dan istrinya kembali ke lokasi perayaan di kantor dengan membawa serta senapan mereka, telah terjadi selisih paham antara Farook dengan seseorang saat perayaan itu. Farook lalu meninggalkan tempat dan kembali dengan pembunuhan berdarah tersebut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular