Keterangan foto: Pasangan suami istri tersangka penembakan di San Bernardino, South California terpantau lewat kamera di Bandara Chicago. (foto ABC News)

Oleh Zheng Xiaoqi

Presiden Obama dalam pidato nasional pada Minggu (6/12/2015) menggolongkan penembakan di San Bernardino, South California sebagai kasus serangan teroris. Pihak berwenang juga meningkatkan penyidikan terhadap latar belakang kedua tersangka suami istri pelaku penembakan. ABC News pada Senin (7/12/2015) mengekspos foto tersangka wanita ketika untuk pertama kalinya datang ke Amerika bersama suaminya Farook. Dari foto yang diambil lewat kamera yang terpasang di bandara terlihat bahwa kedua orang ini berwajah dingin.

Menurut ABC News bahwa foto itu diambil ketika pasangan Syed Farook dan Tashfeen Malik yang belum resmi menikah itu baru tiba di Chicago O’Hare International Airport pada 27 Juli 2014 ketika sedang berurusan dengan Bea Cukai Bandara. Dari foto terlihat Tashfeen yang menggunakan busana Muslim hitam dan Syed Farook yang berjanggut panjang berwajah dingin tidak terlihat ada ekspresi.

Pejabat Amerika sebelumnya menyebutkan bahwa Farook yang warga AS pernah tinggal di Chicago. Bulan Juli tahun lalu pergi ke Arab Saudi dan kembali dengan membawa calon istri Tashfeen Malik. Sebulan kemudian, mereka melangsungkan pernikahan di California. Namun ada pejabat yang mengatakan bahwa mereka seharusnya sudah menikah di luar negeri.

Tersangka penembak wanita berpendidikan agama

Tashfeen Malik pernah tinggal di Pakistan antara tahun 2007 – 2014. Ia adalah seorang sarjana farmasi lulusan Universitas Bahauddin Zakariya di kota Multan, Pakistan pada 2013. Setelah lulus ia melanjutkan studi di sebuah sekolah agama di kota yang sama hingga 2014.

Los Angeles Times juga Associated Press memberitakan bahwa Tashfeen Malik berasal dari keluarga cendekiawan yang tinggal di kota Karor Lal Esan (KLE) dari propinsi Punjab Pakistan, ayahnya memiliki pengaruh politik yang tidak kecil di wilayahnya. Saudara sepupu ayahnya yang bernama Malik Ahmad Ali Aulakh adalah mantar gubernur Punjab. Dari beberapa warga Pakistan yang mengenal mereka diketahui bahwa keluarga itu memiliki hubungan dengan organisasi bersenjata Islam.

Menurut saksi mata insiden penembakan di San Bernardino bahwa Tashfeen lah orang yang memulai penembakan, justru Farook tampak ragu untuk melepaskan tembakan. ‘Huffington Post’ mengutip ucapan seorang pejabat Amerika pada 6 Desember 2015 melaporkan bahwa hasil investigasi pihak kepolisian mengarah pada insiden tersebut merupakan insiden yang dirancang oleh kedua tersangka dengan maksud untuk mempertimbangkan apakah di bawah pengaruh Tashfeen Malik, Syed Farook bisa berubah lebih radikal mengingat serangan terror masih akan dilakukan di tempat lain.

Pejabat AS yang namanya tidak mau disebutkan tersebut mengatakan, pihak berwenang AS kini sedang mendalami apakah Tashfeen Malik di Pakistan dan Arab Saudi sudah memiliki hubungan dengan kelompok militan Islam.

Pihak berwenang AS juga sedang mendalami apakah tersangka wanita tersebut sebelumnya udah menjadi anggota militant di luar negeri. Sekarang sedang mempengaruhi suaminya agar bersikap radikal.

Obama dalam pidatonya 6 Desember 2015 mengatakan bahwa penyidikan masih sedang berlangsung dan sampai sekarang belum ada bukti yang memastikan Tasgfeen dan Farook berafiliasi dengan salah satu organisasi teroris.

Ayah Farook : Putranya memiliki pehaman yang sama dengan ISIL

Ayah Farook dalam wawancara dengan media Italia La Stampa pada 6 Desember 2015 mengemukakan bahwa putranya Farook memang memiliki pehaman yang sama dengan ISIL, ingin menterang Israel.

Farook lahir di sebuah keluarga Pakistan yang tinggal di Chicago kemudian dibesarkan di South California. Ia tidak memiliki rekor kriminal sebelumnya. Sejak tahun 2010 bekerja di kantor Dinas Kesehatan San Bernardino, South California.

Farook yang berusia 28 tahun bersama istrrinya Tashfeen yang berusia 29 tahun melakukan penembakan beruntun di Inland Regional Center, menyebabkan 14 orang tewas, 21 orang lainnya luka-luka. Pasangan suami istri pelaku penembakan tersebut akhirnya juga tewas ditembak polisi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular