Keterangan gambar: Arkeolog mengkalim menemukan dunia yang hilang di dasar laut : Atlantis. (Internet)

Oleh: Ye Yu-Huan

Selama ini, orang-orang terus mencari kebenaran tentang Bahtera Nuh dan Atlantis. Menurut catatan “Alkitab”, Bahtera Nuh adalah asal muasal kehidupan di Bumi saat ini.

Setiap ketika segenap dunia jatuh terpuruk dan tidak bisa diselamatkan lagi, pasti akan datang bencana besar yang tidak bisa dicegah oleh siapapun. Menurut catatan “Alkitab”, bahwa bencana pemusnahan manusia kala itu adalah banjir besar. Sebelum banjir menerjang, Tuhan menunjuk Nuh yang baik hati itu membuat sebuah bahtera besar, dan menyuruhnya membawa serta keluarganya, membawa berbagai jenis hewan masing-masing satu jantan dan satu betina ke dalam kapal.

Setelah itu, Tuhan menurunkan hujan ke atas bumi selama 40 hari 40 malam lamanya. Setelah hujan berhenti, bahtera Nuh mengambang di atas laut lepas selama 7 malam, hingga akhirnya berhenti di atas gunung Ararat. Dan sejak itu, dunia manusia mulai berkembang makmur, hingga detik ini. Jadi, mencari Bahtera Nuh itu telah menjadi sebuah misi yang bersejarah.

Selain itu, dari sejumlah naskah kuno yang tersimpan hingga sekarang di perpustakaan Vatikan, juga sempat disinggung tentang peradaban manusia yang pernah eksis sebelum diterjang banjir yang diturunkan Tuhan sebagai hukuman atas perilaku manusia kala itu. Ilmu pengetahuan modern semakin menemukan beberapa bangunan kuno berperadaban tinggi yang tenggelam di dasar laut. Menurut penuturan para ilmuwan, bahwa sebelum diterjang banjir dahsyat ketika itu, mungkin benar-benar pernah ada sebuah benua/ daratan di atas bumi, dan di daratan ini ada peradaban tinggi, namun dalam bencana berskala global kala itu, benua ini tenggelam di Samudera Atlantik. Sehubungan dengan ini, komunitas ilmiah kemudian menggunakan nama yang dikemukakan oleh filsuf Yunani kuno Plato, memberi nama pada benua yang hilang secara misterius ini sebagai “Atlantis.”

Mengapa Atlantis yang berperadaban tinggi itu bisa tenggelam di Samudera Atlantik? Karena akibat kemerosotan manusia, sehingga Tuhan menjatuhkan hukuman.

Menurut Wikipedia, legenda terkait Atlantis, dimulai dari nenek moyang filsafat Yunani kuno-Plato. Dan hal ini sempat disinggung dalam dua catatan yang ditulis Plato semasa tuanya, Critias dan Timaeus.

Dalam “catatan dialog”-nya, Plato mencatat kisah tentang Atlantis yang digambarkan adik sepupunya, Critias. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, yang pernah tiga kali menegaskan keberadaan Atlantis dalam dialognya. Menurut cerita Critias, kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 maha bijak Yunani kuno. Suatu hari ketika Solon berkeliling Mesir, ia sempat mendengar tentang legenda Atlatis dari tempat pemujaan makam leluhur di Mesir. Belakangan, orang-orang baru tahu tentang “Atlantis” dari buku catatan Plato.

Keterangan gambar: Atlantis, sebuah peradaban tinggi dalam buku catatan Plato.

Kerajaan yang kuat-Atlantis

Berdasarkan catatan dialog tersebut, berikut garis besar gambaran tentang kerajaan maha kuat yang tak terbayangkan itu (Atlantis-red). Di atas Samudera Atlantik nun jauh di sebelah barat Laut Mediterania, ada sebuah daratan raksasa yang bangga dengan peradabannya. Daratan yang menghasilkan berbagai emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Segenap istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari dengan dinding perak. Dinding tembok dalam istana juga bertakhtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya sulit dibayangkan. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai di daratan Afrika.

Kehidupan di Atlantis kala itu sangat mewah, karena sama sekali tidak perlu kerja keras untuk hidup. Semuanya serba otomatis, sebagian besar orang Atlantis terlihat sangat tampan dan jelita, pakaian yang terbuat perhiasan. Orang-orang menikmati kenyamanan hidup. Bisa dengan mudah berkomunikasi dengan hewan, tidak hanya menciptakan robot, tetapi juga menciptakan binatang setengah manusia melalui rekayasa genetika seperti misalnya putri duyung. Seluruh kota dijalankan secara mekanik, orang-orang tidak perlu secara khusus untuk sekolah, pengetahuan dapat diserap dari perangkat khusus, kecerdasan anak usia 15, 16 tahun jauh lebih tinggi daripada cendekiawan modern. Dan Unicorn juga merupakan hasil karya mereka secara rekayasa genetika.

Dalam super-peradaban prasejarah Atlantis, ilmu pengetahuan yang paling mengesankan adalah sistem energi. Sementara dari sisi transportasi, orang-orang Atlantis menggunakan medan magnet untuk menggerakkan benda terbang semacam UFO.

Keterangan gambar: Atlantis yang dilegendariskan lenyap dalam semalam.

Keterangan gambar: Menurut Plato, kepunahan Atlantis terjadi dalam satu malam yang tragis, tenggelam abadi ke dasar laut.

Hari terakhir Atlantis

Dalam ingatannya, Ingrid Benette menuturkan, meskipun jiwa yang suci murni itu melebihi apa pun, pikiran positif dan frekuensi getar dapat membuat jiwa mencapai potensinya yang tertinggi, mengembangkan kearifannya, mendapatkan kemuliaan yang tinggi. Namun, karena kesenangan dan kenikmatan yang berlebihan, orang-orang berdansa, berpesta pora, mengonsumsi obat ilusi, sehingga banyak orang mulai menjauh dari spritualnya, mengingkari Tuhan.

Di bawah kemerosotan moral secara keseluruhan, dimana demi kemasyhuran dan keuntungan, ada ilmuwan yang mencoba mengubah unsur-unsur dasar dari alam semesta untuk mengatur suhu, pemurnian udara dan cara-cara lain mencoba bertindak sebagai Tuhan. Banyak orang bijak yang memperingatkan atas konsekuensi dari semua tindakan ini, tapi sayangnya sebagian besar orang tidak menanggapi peringatan seperti itu.

Dalam ingatan Ingrid Benette menceritakan tentang hari terakhir Atlantis, perubahan kerak bumi secara keseluruhan menyebabkan gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Di tengah lilitan kobaran api orang-orang berteriak dan menjerit, dikandaskan oleh air laut, dan dalam waktu sangat singkat seluruh Atlantis hilang lenyap di atas permukaan laut.

Dalam catatannya Plato disebutkan bahwa sekitar 9.000 tahun semasa Solon, di seberang Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, menjadi hambatan perjalanan jauh dari laut bagi orang-orang Yunani.

Baru-baru ini, dua ilmuwan dengan berani mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kerajaan Atlantis. Mereka menemukan sebuah kota kuno yang tenggelam di perairan Kuba, termasuk Piramida dan Sphinx. Di masa lalu, di daerah yang luas ini adalah sebuah daratan, tapi sekarang kota kuno ini terletak di kedalaman 600 kaki di dasar laut Samudera Atlantik, para ilmuwan yakin bahwa ini adalah peradaban Atlantis yang hilang secara misterius pada sepuluh ribu tahun silam.

Setelah menelusuri perairan Kuba dengan robot, ilmuwan Paul Weinzweig dan Pauline Zalitzki mengkonfirmasi adanya kota raksasa di dasar laut Samudera Atlantik. Mereka menemukan setidaknya empat piramida raksasa, sphinx dan beberapa situs dari kota kuno lainnya.

Keterangan gambar: Tim arkeologi dari Hongkong dan Turki menemukan Bahtera Nuh (internet photo)

Melalui eksplorasi bawah laut, bangunan berbentuk Piramida raksasa semacam Giza piramida di Mesir itu ditemukan. Para ahli terkait memperkirakan bahwa bangunan berbentuk piramida Atlantis itu terbuat dari batu raksasa ratusan ton.

Karena totem dari masa purbakala dan lukisan dinding teks kuno-nya sama persis dengan situs yang ditemukan di dasar laut, jadi peradaban cemerlang yang pernah eksis di pulau Kuba telah dikonfirmasi oleh temuan ilmuwan Pauline Zalitzki.

Para ilmuwan belakangan selalu menganggap nenek moyang dari filsuf Yunani kuno-Plato itu sebagai sarjana yang terbiasa berbicara beberapa cerita legenda yang tidak realistis, tapi sekarang semakin banyak penemuan mengkonfirmasi bahwa jika “mitos” itu tak lebih dari sebuah legenda, maka ‘Plato” adalah sesosok orang bijak yang mengungkap rahasia purbakala. (Secretchina/ joni/rmat)

Share

Video Popular