Keterangan foto: Salah satu adegan tarian khas film India dalam “Oh My God”. (wikipedia)

Oleh: Wen Qian

Agama adalah ciptaan manusia, Tuhan hanya menciptakan manusia

Dalam film “Oh My God” itu, ‘Tuhan’ yang turun ke bumi dalam wujud manusia, tidak memilih yang disebut jubir Tuhan atau umat yang percaya kepadanya atau orang-orang yang melayani Tuhan, tetapi memilih orang yang tidak percaya pada Tuhan untuk diselamatkan. Dia tidak akan marah kepada Kanji yang bodoh dan tidak percaya kepadaNya; tidak juga merasa gembira karena pujian dari mereka yang sejatinya belum pernah mempercayainya dengan sungguh hati.

Dalam film tersebut, Kanji pada persidangan terakhir tiba-tiba terserang stroke dan pingsan karena menderita hemiplegia (anggota tubuh mati separo). Ketika ia dalam keadaan koma berada di rumah sakit, semua orang tidak diijinkan menemaninya. Disaat itu, ‘Tuhan’ diam-diam datang ke tempat tidur dan membangunkannya, dan dengan mudah menyembuhkannya dari hemiplegianya itu. Di hadapan mukjizat, Kanji hampir tidak percaya, ketika ia mencoba turun dari tempat tidur untuk berjalan, ‘Tuhan’ di hadapannya menunjukkan jati diri.

Kanji sangat shock melihat ‘Tuhan’ yang dikelilingi aura ilahi yang indah nan megah, tanpa disadari ia mengatupkan kedua tangan menyembah.

‘Tuhan’ bersabda: “Wujud saya yang terlihat sekarang, pakaian yang kukenakan, itu adalah wujud dalam gambar, patung, film, televisi, kalender yang kau lihat, tetapi aku tidak selalu seperti ini ……”

Setelah itu, Kanji mengobrol dengan ‘Tuhan’ yang kembali berbentuk seperti manusia. Ketika Kanji bertanya kepada ‘Tuhan’, mengapa Anda menciptakan agama?

‘Tuhan’ berkata: Aku tidak menciptakan agama, aku hanya menciptakan manusia.

Agama adalah ciptaan manusia, Tuhan hanya menciptakan manusia saja. Tuhan tidak mengutamakan agama, Tuhan hanya mementingkan hati manusia.

‘Tuhan’ mengenakan jas datang ke dunia.

Di dalam kamar rumah sakit, dengan kekuatan gaibnya, ‘Tuhan’ menunjukkan kepada Kanji ketika ia sedang dalam koma selama sebulan ini dan kejadian apa saja yang terjadi di luar: bagaimana kelompok-kelompok agama menjadikan Kanji seperti Tuhan yang baru dan disembah oleh para umat serta membangun kuil, guna menipu dan mendapatkan uang dan harta dari para umat…… Kanji meminta bantuan ‘Tuhan’, ‘Tuhan’ pun berkata, ini bukan pekerjaanku, pekerjaanku adalah mengajarkan orang untuk membedakan benar dan salah. Ini adalah urusanmu sendiri, membutuhkan engkau sendiri untuk memilih dan memutuskan.

Di dalam film ini juga terdapat sebuah adegan konyol bagaimana melencengnya kepercayaan manusia pada akhir zaman ini. Sebongkah batu di sebuah lahan kosong yang tanpa sengaja terkalungi untaian bunga, disekelilingnya lantas dibangun altar untuk menyembahnya.

Hal yang tidak ada juntrungannya seperti itu disembah, tetapi sang ‘Tuhan’ yang nyata-nyata datang ke bumi dengan mengenakan setelan jas, tidak ada yang mengenaliNya. ‘Tuhan’ yang dengan penjelmaan wujud manusianya berbaur di tengah masyarakat dan yang tidak pernah menyembunyikan identitasNya. Setiap kali seseorang bertanya kepadaNya, siapakah Anda, ia selalu mengatakan dengan sebenarnya: Aku adalah Tuhan. Namun tidak ada yang mempercayaiNya.

Pada akhir film, jiwa dan raga Kanji yang telah diselamatkan Tuhan, menghancurkan patung dirinya yang didirikan orang-orang untuk menyembahnya sebagai Dewa baru. Ia dengan penuh haru berkata kepada kerumunan orang: “Taatlah kepadaNya dan dengan segenap hati mempercayaiNya, maka Anda akan menemukan Tuhan; cobalah temukan Tuhan di dunia ini, kalian akan menemukanNya!”

Dewa dan Buddha hendak menyelamatkan manusia, pasti terlebih dahulu harus berwujud tubuh manusia turun ke bumi, seperti halnya dahulu sang Buddha Sakyamuni dan Yesus Kristus, bukankah juga dengan wujud tubuh manusia sebagai sang Maha Sadar Sejati turun ke dunia? Selama umat manusia sesuai dengan ajaran sang Pencipta dengan hati nurani dapat membedakan kebaikan dan kejahatan, dengan hati tulus dan jujur menghadap ke hadirat sang Maha Baik, maka akan menemukan Tuhannya yang sejati telah turun ke dunia hendak menyelamatkan manusia! (hui/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular