Keterangan gambar: Ilustrasi lubang hitam V404 Cygni di konstelasi Cygnus (American Association for the Advancement of Science, AAAS)

Bisakah mata telanjang manusia melihat lubang hitam? “Bisa,” kata ilmuwan. Anda bisa menyaksikan lubang hitam V404 Cygni di konstelasi Cygnus yang jauhnya 7800 tahun cahaya dari Bumi itu hanya dengan bantuan teleskop sederhana 20 cm.

Melansir laman American Association for the Advancement of Science, AAAS Rabu (6/1/2016), ilmuwan dari Kyoto University dan lembaga penelitian lainnya di Jepang, berhasil mendapatkan sejumlah besar data yang belum pernah ada sebelumnya terkait lubang hitam Cygni V404 di konstelasi Cygnus yang jauhnya 7800 tahun cahaya dari bumi yang diamati secara kasat mata dengan bantuan teleskop sederhana.Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal “Nature” edisi terbaru.

“Kami sekarang tahu bahwa kita dapat melakukan pengamatan berdasarkan sinar optik atau cahaya tampak untuk mengamati lubang hitam tanpa perlu teleskop sinar-X dan sinar gamma yang canggih,” kata Mariko Kimura, penulis utama dari Universitas Kyoto, Jepang.

Lubang hitam Cygni V404 yang terletak di konstelasi Cygnus itu merupakan binari lubang hitam yang paling dekat jaraknya dari Bumi. Lubang hitam ini pernah meletus 3 kali masing-masing pada 1938, 1956 dan 1989. Ilmuwan mendapati lubang hitam itu kini telah “bangun” setelah 26 tahun terlelap dari tidur panjangnya.

Keterangan gambar: Ilustrasi suasana letusan binari lubang hitam Cygni V404 di konstelasi Cygnus yang jauhnya 7800 tahun cahaya dari Bumi. (Screenshot Video)

Laporan terkait menyebutkan, bahwa dalam kondisi seperti itu, para peneliti bisa menyaksikan aktivitas percikan cahaya di sekeliling lubang hitam hanya dengan menggunakan teleskop sederhana. Semburan cahaya yang dihasilkan oleh gas di sekelilig lubang hitam itu tampak sangat terang.

Selama beberapa dekade, beberapa biner lubang hitam mengalami “ledakan”, atau dengan kata lain materi yang dicaplok lubang hitam itu memancarkan energi yang kuat dari lubang hitam. Biasanya lubang hitam itu sendiri dikelilingi oleh sebuah akresi cakram, dan gas bintang pendamping dalam cakram ini akan dihisap secara perlahan oleh lubang hitam dengan cara spiral. Suhu akresi cakram ini menekan hingga lebih dari 10 juta Kelvin. Namun, umumnya ilmuwan baru dapat mengamati aktivitas lubang hitam melalui sinar X yang dihasilkan dari dalam akresi cakram.

“Bintang hanya dapat diamati setelah gelap, dan hanya ada beberapa jam pengamatan setiap malam. Tapi kami bisa mengamati dari lokasi yang berbeda di seluruh dunia, sehingga kami dapat mengambil data yang lebih komprehensif, kata astronom Daisuke Nogami di Kyoto University, Jepang. Kami juga sangat senang mengetahui jaringan pengamatan internasional bisa bekerja sama untuk mendokumentasikan fenomena astronomi yang langka ini,” ujar Nogami menambahkan. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular