Kluster galaksi IDCS 1426 berjarak sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi, massa-nya setara dengan 500 triliun dari massa matahari, atau 1000 kali lebih besar dari Bima Sakti. (NASA/CXC/Univ of Missouri/M.Brodwin et al; NASA/STScI;JPL/CalTech)

Penentuan astronom di masa lalu atas sejumlah besar galaksi ekstrim jauh dan usianya yang dianggapnya mustahil eksis, mendapati bahwa di luar dugaan kluster galaksi itu memiliki massa super massif yang fantastis dan kuno.

Kluster galaksi dengan massa ekstrim besar dan kuno itu berjarak sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini terbentuk saat alam semesta baru berusia 3,8 miliar tahun. Namun, massanya setara dengan 500 triliun massa matahari, atau 1.000 kali lebih besar dari Bima Sakti.

Melansir laman “spacedaily” (8/1/2016), kluster galaksi tersebut dinamakan IDC J1426.5 + 3508, disingkat IDCS 1426. Sejak 2012 lalu, Spitzer Space Telescope telah menemukan IDCS 1426, kemudian ilmuwan memantau lebih lanjut dengan menggunakan Hubble Space Telescope dan Teleskop Keck di Hawaii serta Teleskop Sinar-X Chandra.

Ilmuwan menentukan massa-nya yang ekstrim besar itu berdasarkan data pengamatan dari Atacama Large Millimeter/Sub-Millimeter Array ALMA-yakni telekop radio astronomi interferometer di gurun Atacama, Chili Utara. Hasil dari Data X-ray mengkonfirmasi massanya, dan menemukan bahwa 90% dari massa-nya itu adalah materi gelap.

“Struktur besar dari alam semesta awal ini menntut kita untuk memperbaiki teori tentang pembentukan galaksi dan kluster galaksi yang ada sekarang.”ujar astronom Mark Brodwin, pemimpin penelitian dari University of Missouri, Amerika Serikat seperti dikutip Erabaru.net.

Mengutip data dari NASA, laporan tersebut mengatakan, bahwa sebelumnya ilmuwan juga pernah menemukan kluster galaksi raksasa di awal alam semesta, namun, massa dan usianya tidak bisa dibandingkan dengan IDC 1426. “Gugus galaksi ini memberikan lebih banyak informasi untuk penelitian kita, sehingga kita dapat memperbaiki model teoritis saat ini,” kata peneliti Anthony Gonzalez di University of Florida, AS.

Gugus galaksi seperti kota di luar angkasa

Mungkin tabrakan antar galaksi yang menyebabkan pembentukan cepat IDC 1426, kata Michael McDonald, astronom dari Massachusetts Institute of Technology (7/1/2016).

Kluster galaksi tersebut merupakan struktur terbesar di alam semesta, di dalamnya berisi ratusan hingga ribuan galaksi yang terikat bersama-sama oleh gravitasi. Mereka ibarat sebuah kota besar di semesta alam, seperti semacam kota di luar angkasa, di mana semua galaksi ini terletak sangat erat bersama-sama, ujar professor Michael McDonald menambahkan.

Menurut penutura Profesor McDonald, mungkin perlu menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) terbaru pada tahun 2018 mendatang untuk melakukan penelitian secara lebih mendalam, karena sensitivitas-nya jauh lebih tinggi 100 kali dari teleskop Spitzer. (Epohtimes/asr/Jhon)

Share

Video Popular