Keterangan foto: Naga titan yang memiliki tinggi badan 14 meter.

Daily Telegraph memberitakan, sebuah fosil binatang purba naga titan atau Titanosaur yang memiliki panjang badan 37.2 meter dan tinggi 14 meter untuk pertama kalinya dipamerkan kepada publik di Museum Sejarah Alam AS pada Jumat (15/1/2016).

Karena badannya yang terlalu besar, ruang pameran yang memiliki tinggi 6 meter tidak cukup untuk menampung seluruh tubuhnya. Jadi kepala naga titan yang super besar itu terpaksa berada di luar ruangan.

Para ilmuwan menyimpulkan, tinggi bahu binatang ini ketika berdiri bisa mencapai 6.1 meter. Bila ia berdiri dengan leher panjangnya yang 11.9 meter dalam posisi 45 derajat saja, tinggi badannya sudah bisa mencapai 14 meter.

Menurut laporan, fosil binatang ini ditemukan di padang gurun di Patagonia, Argentika pada 2014. Para paleontolog masih belum sempat memberikan nama buat binatang purba ini. Dikatakan bahwa di lokasi penggalian ahli paleontologi menemukan total 223 buah batu fosil termasuk salah satu yang diduga merupakan bagian dari tulang paha yang memiliki panjang 2.44 meter. Bentuknya yang khas membuat ahli percaya bahwa mereka telah menemukan fosil dari binatang purba yang tergolong spesies baru.

Di lokasi yang sama pada saat itu para ahi paleontologi juga menemukan batu fosil dari 6 ekor dinosaurus herbivora dewasa yang diperkirakan hidup pada periode Cretaceous yang berjarak sekitar 100 juta tahun dari sekarang.

Dinosaurus herbivora besar bisa berbobot 70 ton yang setara dengan berat 10 ekor gajah Afrika. Karena beratnya jadi fosil tidak mudah dibentuk untuk keperluan pameran. Fosil batu naga titan yang sedang dipamerkan sekarang bukan fosil asli tetapi tiruan yang dibuat dari komposisi serat kaca yang dicetak dengan teknik 3D.

Direktur Museum Sejarah Alam AS Ellen V. Futter mengatakan, pihaknya sangat senang menyajikan pameran yang menakjubkan itu.

“Museum ini akan terus berada di garis depan penelitian sejarah di bumi, untuk menampilkan semua penemuan terbaru kepada pengunjung,” katanya.

Diduga, salah satu pemimpin tim penemu fosil nagatitan tersebut, Dr. Diego Pol memperoleh gelar doktor dari museum ini. (Secretchina/sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular