Keterangan gambar: Tayangan video menunjukkan pusaran awan di atas langit dan setitik cahaya muncul di bawahnya kemudian masuk ke dalam pusaran tersebut. (Screenshot Video)

Oleh: Huang Xiao-Yu

Sepotong tayangan video di Youtube menunjukkan pusaran awan dan UFO di atas langit Jenewa. Ada yang mengatakan itu adalah gerbang ke dimensi lain yang disebabkan Large Hadron Collider (pemercepat partikel berenergi tinggi) ketika melakukan percobaan fisika partikel.

Video tersebut berdurasi kurang dari dua menit, yang diposting di YouTube oleh saluran Section 51 2.0 baru-baru ini sebagai video analisis dengan tajuk “UFO memasuki gerbang dimensi lain di atas langit Jenewa, Swiss.

Menurut pernyataan terkait, video itu direkam oleh dua wisatawan AS pada Desember 2015 lalu. Dalam tayangan video tersebut bisa disaksikan, awan putih berbentuk pusaran itu berputar-putar di atas langit dengan kecepatan fantastis, namun, kurang dari satu menit kemudian kembali tenang. Tapi sebelumnya, tampak setitik cahaya melesat ke dalam pusaran itu lalu lenyap bersama pusarannya.

Sejumlah pengguna YouTube menduga UFO tersebut dibuat menggunakan teknik CGI, tapi ada juga yang percaya pemandangan itu asli. Sepotong tayangan video lain seperti dilansir “Daily Express” Inggris yang diposting pada 28 September 2015 di Youtube, menunjukkan lebih banyak pusara awan yang lebih besar disertai sambaran petir. Namun, banyak komentator yang menganggap itu juga hasil proses digital.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa hal itu merupakan fenomena alam yang sepenuhnya bisa dijelaskan, “tidak ada yang unik dari pusaran awan seperti itu, dan itu bisa terjadi di seluruh pelosok dunia.”

Large Hadron Collider (LHC) atau kompleks pemercepat partikel berenergi tinggi yang terbesar di dunia itu dibangun oleh CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir). LHC digunakan untuk mengeksplorasi dan mencari materi gelap, merupakan sebuah fasilitas laboratorium raksasa untuk menganalisis partikel elementer, yang terletak di daerah perbatasan antara Perancis dan Swiss. Jalur percepatan partikel terletak di dalam terowongan yang berdiamater 3 meter dan kedalaman 50-175 meter di bawah tanah, terpencar di sebuah area melingkar dengan diameter 27 kilometer (panjang keliling sekitar 85 km). Karena fasilitas percobaan tersebut menggunakan energi yang kuat untuk menabrakkan antar partikel, sehingga ada yang khawatir eksperimen collider partikel akan menghasilkan lubang hitam. Materi yang ganjil dan mengubah ruang-waktu, serta membawa bencana bagi umat manusia. Namun, sejauh ini belum ada laporan studi yang menunjukkan terjadinya peristiwa ekspektasi.

Keterangan gambar: Lingkaran hijau menunjukkan lokasi dan penyebaran terowongan dari Large Hadron Collider. (Wikipedia)

Laman “Daily Express” Juni 2015 lalu menyebutkan bahwa seorang pria Belanda bernama Harry Perton tanpa sengaja mengabadikan gumpalan cahaya spiral di atas langit kampung halamannya di Groningen, Utara Belanda.

Harry merekam pemandangan yang tidak biasa itu secara tidak sengaja. Ia hanya melihat ada cahaya terang di angkasa, dan baru sadar kalau ternyata foto itu agak janggal setelah diteliti dengan seksama. Foto gumpalan cahaya itu tampak seperti ubur-ubur di udara yang bergantung terbalik, dan warnanya sebagian besar biru-hijau semi transparan, sementara di bagian tengahnya tampak seberkas pilar cahaya seperti pancaran sinar matahari.

“Saya kira itu adalah petir. Tapi sesampainya di rumah, saya melihat sesuatu yang ganjil dalam foto itu, sekilas tampak seperti UFO. Tapi saya pribadi mengira itu hanyalah fenomena atmosfer. Sementara itu, sebagian besar pembaca mengaggap itu adalah bias sinar matahari dari lensa kamera,” kata Perton menambahkan.

Ada juga komentator di internet yang mengatakan bahwa itu adalah wormhole (lubang cacing) dalam legenda. Dalam istilah fisika, lubang cacing adalah gerbang terowongan waktu, pesawat ruang angkasa yang memasuki lubang cacing bisa melakukan perjalanan di seluruh galaksi dalam waktu yang sangat singkat. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds