Keterangan gambar: 4.000 orang turis asing telah hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan tahun lalu. (foto internet)

Oleh Yang Muchun

Pulau Jeju merupakan tempat wisata yang cukup terkenal di Korea Selatan, tetapi banyak turis asing yang meninggalkan rombongan pariwisata sehingga dinyatakan hilang. Dari data yang dikeluarkan pihak berwenang Korea Selatan diketahui bahwa sekitr 4.400 orang turis asing mengambil keuntungan dari program visa waiver untuk masuk wilayah Korea Selatan kemudian menghilang. Mereka diduga bekerja di Korea Selatan sebagai tenaga kerja gelap. Pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa mereka itu disalurkan oleh para perantara yang kebanyakan juga adalah orang-orang etnis Tiongkok.

Oriental Daily Hongkong mengutip pengumuman Dinas Keimigrasian Korea Selatan pada 20 Januari 2016 memberitakan bahwa sekitar 4.000 orang turis asing pada tahun lalu telah memanfaatkan visa waiver untuk berwisata ke Pulau Jeju namun menghilang kemudian dengan tanpa stempel exit dari Imigrasi Korea Selatan. Mereka itu diduga terlibat dalam kegiatan kerja ilegal.

Pihak berwenang mengambil contoh kasus yang baru terjadi mengatakan, satu agen perjalanan dari Vietnam dengan membawa serombongan turis yang terdiri lebih dari seratus orang datang ke Pulau Jeju untuk berlibur, tetapi setelah selesai perjalanan ternyata 56 orang di antaranya telah hilang. Melalui pelacakan staf Keimigrasian menemukan 3 orang itu telah disalurkan oleh perantara tenaga kerja untuk bekerja secara ilegal.

Dikatakan bahwa para perantara itu kebanyakan adalah orang-orang etnis Tiongkok. Para ‘turis’ itu disalurkan untuk bekerja secara ilegal di Pulau Jeju atau pabrik-pabrik yang berada di Korea Selatan. Oleh karena itu, pihak berwenang Korea Selatan akan meningkatkan pengawasan terhadap para perantara tenaga kerja itu, termasuk mengintensifkan dan memperkuat keamanan pelabuhan untuk mencegah para pekerja ilegal itu.

Sebelumnya juga pernah terjadi sejumlah turis asal Tiongkok menghilang di Pulau Jeju. Dilaporkan China Youth Network pada 2010, ada serombongan turis asal Tiongkok yang terdiri 44 orang menggunakan kapal pesiar mewah untuk berwisata di Pulau Jeju namun menghilang kemudian. Polisi Korea Selatan akhirnya berhasil 11 orang dari mereka, tetapi yang 33 orang itu belum ditemukan.

Menurut media Korea Selatan bahwa diduga ‘turis’ asal Tiongkok yang bekerja secara ilegal di Korea Selatan sekarang sudah mencapai jumlah sekitar 80.000 orang.

Pada November tahun lalu dalam artikel berjudul ‘Turis Wanita Asal Tiongkok Mengalami Ekstrdisi oleh Pemerintah Korea Selatan’ yang dimuat Xinhua Net menceritakan, pada awal Oktober tahun lalu, 2 orang wanita warga kota Changzhou mendatangi perusahaan rekrutmen tenaga kerja bernama Shifang di kota yang sama, menyatakan keinginan untuk bekerja di luar negeri. Perusahaan itu menjanjikan, asalkan mereka masing-masing membayar 30.000 Yuan maka mereka bisa bekerja di Korea Selatan. Untuk itu, mereka bisa keluar negeri dengan cara mendompleng agen wisata kemudian mencari kesempatan untuk meninggalkan rombongan setelah tiba di Korea Selatan. Di sana akan ada orang yang menghubungi dan menjemput, jadi mereka tidak perlu khawatir. Perusahaan juga menegaskan bahwa untuk mengantungi uang 400.000 Yuan setelah bekerja selama 3 tahun di sana tidaklah sulit.

Kedua wanita itu lalu menandatangani perjanjian dengan perusahaan rekrutmen itu dengan harapan bisa bekerja di Korea Selatan. Namun malang datang melintang, mereka ditangkap pihak berwenang Korea Selatan kemudian diekstradisi sehingga kesempatan hilang uang pun hilang. Setelah diusut ternyata perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan rekrutmen tenaga kerja gelap. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular