Keterangan foto: Nigel Farage memimpin GO untuk menggiring rakyat melalui referendum menyetujui rencana Inggris melepaskan diri dari Uni Eropa. (foto Huffington Post)

Oleh CNA

Seorang pemimpin gerakan Inggris lepas dari Uni Eropa hari ini menyebutkan bahwa serangan militan yang mematikan di kota Paris, Prancis dan serangkaian insiden kekerasan seksual di kota Cologne, Jerman pada malam tahun baru telah menonjolkan perlunya Inggris melepaskan diri dari Uni Eropa.

Pemimpin UKIP (United Kingdom Independence Party) Nigel Farage baru-baru ini membentuk kelompok kampanye ‘Grassroots Out’ (GO) yang bertujuan untuk mengajak rakyat menyetujui rencana Inggris keluar dari organisasi Uni Eropa. Dalam kampanyenya ia mengatakan bahwa kebijakan skrining imigrasi sederhana yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap para pengungsi telah mengancam kehidupan masyarakat dari 28 negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Perdana Menteri Inggris David Cameron sebelumnya berjanji untuk menyelenggarakan referendum tentang rencana Inggris keluar dari Uni Eropa yang pelaksanaannya akan diadakan pada akhir tahun ini. Jajak pendapat menunjukkan bahwa referendum nanti kemungkinan akan menghasilkan suara yang tidak jauh berbeda dengan tujuan.

“Saya pribadi sangat setuju untuk membantu siapa saja di dunia ini yang membutuhkan bantuan, tetapi kepentingan fundamental orang tua, anak-anak, pria dan wanita di negeri ini dan kepentingan seluruh masyarakat kita perlu didudukkan di tempat pertama. Hanya dengan memiliki hak kendali kita baru mampu untuk mengulurkan tangan bantuan,” kata Farage.

Kesangsian terhadap Uni Eropa sudah mulai tumbuh di Inggris sejak beberapa tahun yang lalu. Meskipun Nigel Farage gagal untuk memenangkan kursi di parlemen pada pemilu 2015, namun ia diperkirakan akan memainkan peran penting dalam membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.

Ia mengatakan bahwa 2 orang tersangka pelaku serangan teror di Paris pada November tahun lalu itu masuk Eropa dengan menyamar sebagai pengungsi. Sementara itu, sejumlah pria yang terlibat dalam kekerasan seksual di Cologne pada malam akhir tahun baru, bisa memperoleh paspor Eropa setelah beberapa tahun kemudian. Saat itu mereka bisa masuk Inggris dan mengancam kehidupan masyarakat. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular