- Erabaru - http://m.erabaru.net -

3 Pemimpin IS Tewas Tertembak Sniper Misterius

Keterangan foto: Sniper misterius telah menghabisi nyawa 3 orang pemimpin IS di Libya dalam 10 hari terakhir. (Peter Muhly/AFP)

Oleh Zheng Xiaohan

Tiga orang pemimpin Islamic State/ IS di Libya tewas tertembak dalam 10 hari terakhir. Sampai sekarang tidak diketahui siapa dan berasal dari organisasi atau negara mana sniper tersebut, tetapi aksinya telah menimbulkan rasa takut dan panik bagi militan yang berada di daerah Libya yang dikuasai IS.

The Telegraph melaporkan bahwa informasi  satu-satunya yang diketahui dunia luar tentang sniper misterius tersebut adalah ia aktif bergerak di daerah Sirte, Libya yang diduduki oleh IS. setiap saat bisa mengancam jiwa para teroris di sana. Ada juga kabar angin yang menyebutkan bahwa sniper tersebut adalah seorang penentang Gaddafi yang kemudian beralih menjadi penembak jitu melalui pelatihan sendiri.

The Telegraph mengutip pemberitaan media di Sirte melaporkan, sniper tersebut pada 23 Januari 2016 lalu  telah menghabisi nyawa seorang pemimpin US yang menguasai kota Oburi bernama Abdullah Hamad Al-Ansari. Saat itu, Ansari sedang berada dalam sebuah masjid yang berada di tengah kota itu.

Abu Mohammed Dernawi tewas tertembak sniper tersebut pada 19 Januari 2016 ketika ia berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia adalah pemimpin kedua yang menjadi korban keakurasian  penembak jitu itu.

Media Libya memberitakan, pemimpin IS asal Sudan yang bernama Hamad Abdel Hady juga tewas tertembak sniper tersebut. Ia pernah bekerja di Pengadilan Negeri Islam yang baru dibentuk. Berita tentang ketiga pemimpin IS yang tewas tertembak sniper ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah.

Meskipun identitas sniper misterius tersebut tidak diketahui orang, tetapi ceritanya sudah menjadi buah bibir penduduk sekitar Sirte. Penduduk juga tidak tahu apakah kematian ketiga pimpinan IS itu tertembak oleh seorang atau beberapa penembak jitu.

Ada rumor yang mengatakan bahwa sniper misterius tersebut adalah seorang pria bekas anggota militer yang berasal dari daerah yang dekat dengan Misrata, Libya. Ada pula orang yang berspekulasi mengatakan bahwa sniper itu adalah anggota pasukan khusus AS. Tetapi terlepas dari siapa dia, sniper tersebut telah membuat para teroris ketakutan dan panik. Walau mereka bisa leluasa bergerak di daerah yang mereka duduki, namun mereka tak leluasa untuk menghindar dari arahan senapan penembak jitu yang berada di balik bangunan.

Setelah Hady tewas tertembak di depan sebuah rumah sakit, seorang saksi mata memberitahu media al-Wasat bahwa teroris sudah berada dalam keadaan panik, mereka selain melepas tembakan ke udara untuk menakut-nakuti warga, juga terus melakukan pencarian paksa menemukan penembaknya.

Media lokal memberitakan bahwa untuk mengetahui penembak gelap itu IS mengambil serangkaian penangkapan dan pembunuhan di luar nalar.

“Seluruh wilayah yang diduduki IS dipenuhi suasana ketakutan, suara tembakan terdengar di mana-mana dan pencarian yang dilakukan secara paksa membuat warga tidak tenang,” kata saksi mata.

Sirte adalah tempat kelahiran diktator Libya Muammar Gaddafi. IS telah menduduki kota ini sejak musim panas tahun lalu. Menurut estimasi pejabat intelijen Libya bahwa di kota ini sedikitnya ada 2.000 orang anggota organisasi teroris IS. (sinatra/rmat)