Keterangan foto: Presiden Amerika berdiskusi dengan PM Jepang dan Presiden Korea Selatan tentang peluncuran roket Korea Utara pada 8 Februari 2015. (CNN)

Oleh Xu Jiadong

CNN pada Selasa (9/2/2016) mengutip laporan resmi Korea Selatan yang merilis gambar temuan puing-puing roket peluncuran satelit Korea Utara/ Korut memberitakan bahwa pihak berwenang AS menyebut satelit Korea Utara itu tidak bekerja dengan cara yang bermanfaat karena berjungkilbalik di orbitnya.

Puing-puing bekas roket peluncuran itu diangkat oleh pihak Korea Selatan dari perairan laut dekat Pulau Jeju Korea Selatan tak lama setelah Korea Utara mengumumkan keberhasilan meluncurkan satelit pengamat bumi ‘Kwangmyongsong-4’ (Bintang Cemerlang-4) ke dalam orbitnya.

Korea Utara memasang sistem Self  Damage pada roket mereka

Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya sedang mengadakan penelitian terhadap puing-puing bekas roket yang diangkat dari perairan mereka. Seorang pejabatnya mengatakan bahwa dari puing-puing itu terindikasi adanya perangkat penghancur yang dipasang di bagian roket pendorong tenaga. Seorang pejabat Departemen Pertahanan Korea Selatan menyebutkan, “Unit roket pendorong tersebut akan meledak dan menjadi 270 kepingan setelah terlepas dari subjeknya.”

Puing-puing itu kelihatannya bukan berasal dari satelit. Begitu juga, berbeda dengan  reruntuhan roket peluncuran Korea Utara pada Desember 2012 yang ditemukan pihak Korea Selatan. Meskipun beberapa negara telah memperingatkan tentang temuan Korea Utara dalam waktu dekat akan melakukan uji coba peluncuran rudal jarak jauh, tetapi Korea Utara masih bersikeras untuk melakukan uji coba peluncuran roket pada Minggu yang katanya demi ilmu pengetahuan dan tujuan damai.

Seorang pejabat senior pertahanan AS memberitahu CNN bahwa satelit Korea Utara itu berjungkil balik dalam orbitnya sehingga tidak bekerja dengan cara yang bermanfaat. Korea Selatan juga mengatakan, satelit itu tampaknya sudah berada di jalurnya tetapi tanpa sinyal sedikit pun.

Gelombang kecaman baru dari dunia internasional

Peluncuran itu kembali memicu kecaman keras dari dunia internasional terhadap Korea Utara, juga mendorong Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat untuk memberikan sanksi.

Keterangan gambar: Puing-puing roket yang diyakini berasal dari peluncuran satelit Korea Utara pada 7 Februari 2016. (Departemen Pertahanan Korea Selatan)

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye pada hari Selasa berdiskusi mendalam dengan Presiden AS Barck Obama melalui sambungan telepon. Pihak Seoul menyebutkan bahwa para pemimpin yang hadir telah sepakat bahwa selain sanksi Dewan Keamanan PBB, dirasa perlu untuk memberlakukan berbagai sanksi pada tingkat bilateral dan multilateral terhadap Korea Utara sebagai sanksi tambahan.

Park Geun-hye juga berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengungkapkan perlunya untuk menambah berbagai sanksi selain yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB.

Pemerintah AS mengatakan bahwa sanksi baru mungkin termasuk serangkaian sanksi ekonomi guna lebih mengisolasi Korea Utara, juga pernyataan sikap yang lebih tegas terhadap Korea Utara.

Para pejabat Pentagon juga menyebutkan bahwa AS akan secepatnya membantu Korea Selatan dalam pembangunan sistem pertahanan senjata rudal yang lebih canggih di wilayah perbatasan dengan Korea Utara. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular