Keterangan gambar: Banyak bukti menegaskan bahwa manusia raksasa memang pernah ada dan jejaknya hampir tersebar di seluruh dunia. (thehistoryblog)

Oleh: Chen Gang

Tiranosaurus memiliki tinggi sekitar 3 lantai sebuah gedung. Dari semua ukiran batu, meskipun sosok dinosaurus masih jauh lebih besar dari ukuran fisik manusia, namun, secara perbandingan perbedaannya tidak terlalu mencolok, sedangkan Triceratops, perbandingannya seperti manusia dengan sapi sekarang. Jadi apa yang tersirat dari semua contoh ini? Apakah tidak tertutup kemungkinan bahwa manusia raksasa memang sudah ada sejak zaman dinosaurus?

Menurut laporan harian “el sol de mexico,” 25 Desember 1986 silam, bahwa di bagian timur Kota Meksiko ditemukan tulang kerangka atau tengkorak manusia raksasa yang utuh dan puing lumpang batu (alat penumbuk) serta bekas barang dan lain sebagainya yang pernah dipakai manusia raksasa kala itu. Tengkorak manusia raksasa ini panjangnya sekitar 50 cm, gigi gerahamnya kurang lebih sebesar ukuran jempol tangan. Para ahli memperkirakan, tinggi manusia raksasa ini antara 3,5 -5 meter. Sejak 1520 lampau, orang-orang pernah menemukan tulang kerangka manusia berukuran besar di sekitar Mexico City, tulang kerangka ini besarnya seperti tulang sapi. Belakangan, di daerah lain di Meksiko juga ditemukan tulang kerangka manusia semacam ini. Salah satu tengkorak di antaranya itu besarnya seperti kuali, penduduk setempat bahkan bisa membuat tortilla (makanan khas Meksiko berisi isian yang dilipat) di atasnya.

Pada tahun 1950-an abad 20, di sebuah lembah di Tenggara Turki ditemukan dua fosil femur (tulang paha) sepanjang 1.2 meter. Menurut penelitian, itu adalah fosil dari tulang paha manusia. Tinggi sosok manusia ini diperkirakan sekitar 4.2 – 4.8 meter setelah kedua tulang pahanya direkontruksi. Di zaman Tiongkok modern juga pernah ditemukan tulang raksasa. Menurut laporan “Sheng-Jing Ri Bao” pada 8 Oktober 1921, orang-orang pernah menemukan 8 tulang kerangka raksasa di bawah tanah ketika menggali parit di Da Ming Hao, kota Barat Beijing, Tiongkok. Panjang setiap tulang kerangka itu sekitar 8 meter, dengan volume kepala seperti sapi, sehingga sempat membuat gempar publik kala itu. Banyak orang yang berbondong-bondong ke sana untuk menyaksikan temuan langka tersebut, dan sejumlah besar media setempat juga memberitakannya di surat kabar nasional. Menurut perkiraan ahli, tinggi sosok manusia yang tergolong raksasa itu diperkirakan lebih dari tiga meter semasa hidup mereka, dan hasil temuan ini membuat mereka terkejut!

Banyak bukti menegaskan, bahwa manusia raksasa itu memang benar-benar pernah ada, dan jejaknya juga hampir tersebar di seluruh dunia. Meski di laut dangkal dan terendam sekalipun juga telah ditemukan kerangka manusia raksasa. Sejarah peradaban manusia bukan hanya sekali ini saja seperti sekarang. Menurut catatan kalender Maya, total ada lima kali eksistensi peradaban manusia, dan faktanya memang demikian, dan kalender Maya juga suatu peradaban prasejarah. Meskipun peradaban manusia raksasa telah hilang, namun masih meninggalkan banyak jejak peninggalan mereka, sehingga berbagai legenda terkait juga bisa disebarkan secara turun temurun.

Keterangan gambar: Banyak bukti menegaskan bahwa manusia raksasa memang pernah ada dan jejaknya hampir tersebar di seluruh dunia. (thehistoryblog)

Di daerah ICA juga banyak ditemukan ukiran dinosaurus yang terbuat dari tanah liat, setiap dari ukiran itu tampak hidup, dan yang tak terbayangkan dalam benak kita adalah bagaimana manusia zaman dulu itu mengetahui persisi setiap bentuk dan gerakan dinosaurus tanpa peralatan arkeologi modern?

Kecuali mereka pernah melihat dan hidup bersama dengan dinosaurus. Selain itu, di Utah juga ditemukan lukisan batu dinosaurus yang diukir oleh manusia prasejarah. Bentuknya seperti dinosaurus Pterosaurus, sementara di sekitar lukisan batu itu juga ditemukan fosil dinosaurus. Sekadar catatan lukisan ini mirip dengan thunderbird dalam legenda Indian. Selain itu, bukti kuat lain yang membuktikan tentang pernah eksisnya zaman manusia raksasa, adalah bangunan dari batu raksasa dan bekas peninggalannya. Bangunan megalit-megalit ini tersebar di setiap belahan di dunia, dari dataran hingga pegunungan, dari daratan sampai lautan. Saking banyak dan luasnya penyebaran banguan batu raksasa itu membuat kita berdecak takjub. Ditilik dari tingkat teknologinya yang tinggi, tingkat kesulitan dalam pembangunannya, dipastikan bukan hasil karya manusia dahulu yang masih hidup di Zaman Batu. Tapi, jika kita menempatkan bangunan-bangunan raksasa ini adalah hasil karya era manusia raksasa, maka semua ini menjadi mudah dimengerti.

Di atas batuan di Amerika Selatan terukir gambar manusia raksasa, nyaris tak bisa dibedakan jika dilihat dari permukaan karena saking besarnya, dan baru tampak jelas saat dilihat dari angkasa. Sementara di Inggris juga ada ukiran batu raksasa seperti ini. Catatan dalam “Alkitab Perjanjian Lama,” disebutkan tentang ranjang seorang raja yang panjangnya 9 hasta (setara dengan 5 meter), lebar 4 hasta (setara dengan 2,2 meter). Hanya manusia raksasa yang membutuhkan ukuran ranjang sebesar ini.

Tentu saja, tidak sedikit orang yang berpandangan bahwa “fosil” atau “data/ materi arkeologi”tentang sosok manusia raksasa itu tidak lebih dari kebohongan, tingkat kepercayaan terkait keberadaan manusia raksasa prasejarah itu sangat lemah, tapi ada juga yang yakin. Sejauh ini, hanya bisa menantikan suatu teknologi yang lebih mutahir untuk memastikan kebenaran dan fakta yang sebenarnya. (secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular