Keterangan gambar: Para ilmuwan menemukan bukti, bahwa alam semesta sudah ada sebelum Big Bang. (internet)

Oleh: Ye Yu Huan

Dalam makalah penelitian yang menarik perhatian publik, fisikawan terkemuka Roger Penrose dari Oxford University, Inggris, menyebutkan, bahwa ia telah menemukan bukti pertama tentang alam semesta yang sudah ada sebelum Big Bang pada 13,7 miliar tahun silam. Sementara itu, hukum “kekekalan alam semesta” yang mendukungnya, telah memukul teori arus utama tentang terciptanya alam semesta lewat proses “Big Bang.”

Bukti yang mendukung

Menurut teori “Big Bang” bahwa segenap alam semesta sekarang, dulunya pernah terkonsentrasi di satu titik kepadatan yang hampir tak terbatas, kemudian mengembang melalui big bang. Sebelum proses “Big Bang, tidak ada sesuatu apapun, bahkan “waktu” juga tidak ada.

Namun salah satu fisikawan Inggris yang paling terkemuka hampir setengah abad ini, Sir Roger Penrose menyebutkan, bahwa ada kelemahan utama dari teori ini. Menurutnya teori Big Bang tidak bisa menjelaskan mengapa pada awal Big Bang alam semesta dalam kondisi yang teratur (fisika menyebutnya low entropy), bukan tersebar secara tidat teratur dan mengembang.

Proses Big Bang membentuk kehidupan baru kemudian berakhir lagi.

Penrose yakin jawaban yang sebenarnya adalah bahwa alam semesta sudah ada sebelum peristiwa Big Bang. Alam semesta tercipta lewat proses yang disebut siklus aeon, yang berarti masa atau kehidupan. Dalam siklus tersebut, terjadi peristiwa-peristiwa alam yang akan berujung pada berakhirnya sebuah aeon dan dimulainya aeon baru. Menurut pandangan “Conformal Cyclic Cosmology” bahwa dalam peristiwa alam supermasif yang terjadi, black hole akan “melumat” seluruh materi yang ada di jagad raya. Ketika semuanya telah telah termakan, hal yang tersisa hanyalah energi, sesuatu yang memicu terjadinya Big Bang berikutnya lalu membentuk aeon atau masa kehidupan baru.

Beberapa waktu lalu dua ahli astronomi, yakni Roger Penrose dari Universitas Oxford dan Vahe Gurzadyan dari Yerevan State University di Armenia, mengemukakan teori baru alam semesta.

Berdasarkan temuan adanya lingkaran konsentris kosmos, dalam teorinya kedua ilmuwan itu mengungkapkan bahwa alam semesta tercipta lewat sebuah siklus aeon. Setiap siklus diakhiri dengan sebuah big bang yang juga menjadi tanda berawalnya siklus baru.

Singkatnya, sebelum masa kita hidup sekarang, telah terdapat masa yang lalu. Masa lalu tersebut diakhiri oleh big bang yang dikenal sekarang, yang merupakan big bang terakhir sejauh ini. Nantinya, masa kita akan berakhir juga dengan sebuah big bang lagi.

Bagaimanapun, temuan itu adalah bukti pertama adanya semesta sebelum big bang. Beberapa ilmuwan menanggapi bahwa temuan ini bisa saja merupakan tipuan mata. Seperti yang diakui Feeney, “Lebih mudah melihat data statistik daripada mengamati data di CMB.”

Ilmuwan mengatakan, satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran pendapat tersebut adalah menemukan data yang lebih baik. Jika beruntung, Planck Spacecraft yang kini tengah diperbantukan untuk mengamati latar lingkaran mikrokosmos dengan resolusi lebih tinggi bisa mengirimkan data itu.

Planck diharapkan bisa mengirimkan data yang dimaksud atau menemukan misteri yang lebih hebat lagi. Sementara para kosmolog nantinya akan mengolah dan menginterpretasikan data itu. Kita bisa membaca hasil diskusinya. Mari kita nanti saja buktinya. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular