Keterangan foto: Pangeran William menyatakan harapannya tentang “Brexit’ di depan anggota Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Inggris pada 16 Februari 2016. (Matt Dunham-Pool/Getty Images)

Oleh Ma Li

Di saat Parlemen Eropa akan segera mengadakan rapat pembahasan masalah apakah Inggris menarik diri dari Uni Eropa, cucu sulung Ratu Inggris Pangeran William yang hadir dalam acara pemberian penghargaan kepada anggota Akademi Diplomatik di gedung Kementerian Luar Negeri Inggris pada Selasa (16/2/2016), menyampaikan harapannya agar Inggris bisa tetap berada di Uni Eropa. Alasannya karena persatuan dengan sekutu internasional adalah landasan yang kuat untuk mencapai keamanan dan kemakmuran Inggris.

Daily Mail mengutip ucapan Duke of Cambridge itu menyebutkan bahwa Inggris selama ini dikenal sebagai negara yang berorientasi ekspor, dan dalam kondisi dunia yang semakin tidak stabil ini, kemampuan untuk menggalang solidaritas dengan negara lain merupakan hal penting yang sangat diperlukan.

Berbicara soal eksistensi dari Uni Eropa dan organisasi internasional lain seperti PBB, NATO dan lembaga lainnya, Pangeran William mengatakan, “Mereka telah membantu Inggris untuk merealisasikan komitmennya dalam membangun hubungan kemitraan dengan negara-negara lain.”

Himbauan Pangeran ini mengingatkan orang kepada seruan Ratu Inggris kepada rakyat Skotlandia menjelang referendum pemisahan diri, “Berpikirlah dengan seksama apakah kalian akan meninggalkan Inggris.”

Dalam perjamuan negara di Berlin, Jerman pada musim panas tahun lalu, Ratu Inggris menyerukan solidaritas Eropa. Karena itu, harapan yang disampaikan Pangeran ini oleh kalangan luas dianggap sebagai sikap ratu terhadap referendum Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) yang mungkin akan diselenggarakan pada Juni mendatang.

“Selama berabad-abad Inggris selalu menjadi negara yang berorientasikan ekspor, negara kita dikelilingi oleh laut, bangsa kita senantiasa mencoba untuk mengeksplorasi apa yang ada di balik cakrawala sana. Saya berpikir bahwa misi dan rasa ingin tahu terus memberikan dorongan buat pertumbuhan ekonomi, budaya dan pendidikan kita, mempromosikan pengembangan angkatan bersenjata juga kemajuan diplomatik negara kita. Ke mana pun kita pergi, tradisi mulia yang turun temurun ini senantiasa menemani kita dalam mencari mitra usaha hingga membentuk persekutuan internasional. Dalam dunia yang semakin bergolak, kemampuan untuk menggalang solidaritas dengan negara lain merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan,” kata Pangeran William.

Namun seorang juru bicara dari Kensington Palace bersikeras mengatakan bahwa Pangeran Willian tidak mengungkapkan pandangan politik apapun.

Kamis (18/2/2016) Uni Eropa akan mengadakan pertemuan puncak dari 28 negara Eropa untuk membahas masalah apakah Inggris akan dipertahankan atau dibiarkan pergi meninggalkan Uni Eropa. Laporan Agence France-Presse menyebutkan bahwa saat ini sejumlah negara Eropa sedang berusaha untuk membujuk Inggris agar bersedia tetap tinggal di Uni Eropa. Sebaliknya, Inggris juga menggunakan kesempatan itu untuk berbagi kepada mereka sejumlah kondisi yang meliputi aspek keuangan, keimigrasian, peradilan demi melindungi kepentingan nasional. KTT Uni Eropa nanti akan menghadapi pilihan apakah Inggris akan diperlakukan khusus atau memiliki hak eksklusif.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada Selasa (16/2/2016) mengatakan, Inggris tidak memiliki pilihan kedua dalam menentukan apakah akan menarik diri dari Uni Eropa. Ia harus tetap berada di Uni Eropa. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan bahwa Jika Inggris keluar dari Uni Eropa maka Uni Eropa akan memasuki proses distegrasi yang sulit diselamatkan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular