Keterangan foto: IlustrasiIslamic State. (internet)

Oleh CNA

Irak sedang berusaha untuk menemukan kembali bahan radioaktif beresiko sangat tinggi yang telah hilang sejak tahun lalu. Menteri lingkungan hidup serta pejabat propinsi negara itu sangat khawatir terhadap bahan-bahan itu yang mungkin sudah jatuh ke tangan ‘Islamic State’ (IS) untuk dijadikan sebagai bom kotor atau RDD (radiological dispersal device).

Dari dokumen yang dilihat oleh Reuters dan ungkapan pejabat berwenang Irak dapat dipastikan bahwa radioaktif tersebut yang diamankan dalam kotak berukuran laptop benar telah hilang dicuri dari tempat penyimpanannya yang dipercayakan kepada perusahaan jasa ladang minyak milik AS bernama Weatherford di Basra, Irak pada November tahun lalu.

Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Irak menjelaskan bahwa karena pertimbangan keamanan jadi masalah tersebut tidak bisa dibahas dengan wartawan. Juru bicara perusahaan Weatherford menolak memberikan komentar. Meskipun Reuters telah berulang kali mencoba untuk menghubungi mereka melalui sambungan telepon, namun tidak berespon.

Pejabat AS menegaskan bahwa pemerintah AS melalui laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengetahui ihwal hilangnya sebuah kotak berisi bahan radioaktif jenis iridium-192 milik Irak pada November 2015.

Bahan radioaktif tersebut oleh IAEA digolongkan sebagai sumber radioaktif tingkat 2 yang bila tidak ditangani dengan baik, dapat membuat kerusakan permanen kepada orang yang berkontak cukup dekat dengan bahan itu. Keluhan terhadap kerusakan / luka yang diakibatkan sudah dapat dirasakan dalam beberapa menit sampai jam setelah seseorang itu terkena pancaran radioaktifnya. Jika kontak terjadi dalam waktu cukup panjang (beberapa jam sampai hari) orang tersebut bahkan mungkin tewas.

Akhir-akhir ini Amerika, Inggris dan beberapa negara lain sering kehilangan akibat kecurian Ir-192 dalam jumlah besar, membuat pejabat keamanan semakin takut. Mereka khawatir jika bahan radioaktif itu digunakan oleh pihak yang berkepentingan untuk membuat bom kotor.

Hal yang disebut dengan RDD atau bom kotor adalah perangkat penyebar radiologi yang dibuat dengan menggabungkan bahan peledak konvensional dengan bahan radioaktif yang digunakan untuk menghasilkan pencemaran pada daerah bom kotor itu diledakkan. Pejabat tinggi keamanan yang menguasai masalah ini mengatakan, “Kami sangat khawatir jika bahan-bahan tersebut sampai jatuh ke tangan kaum Daesh (IS).” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular