Keterangan gambar: Perdana Menteri Cameron(internet)

Oleh CNA London

Referendum untuk menentukan apakah Inggris keluar dari Uni Eropa telah ditentukan akan dilaksanakan pada 23 Juni 2016 mendatang. Perdana Menteri Cameron menghimbau masyarakat Inggris untuk memilih Inggris tetap berada di Uni Eropa. Namun, 6 orang anggota kabinet secara terbuka menyatakan bahwa Inggris seharusnya menarik diri dari Uni Eropa.

Cameron akan memenuhi janji pemilunya pada 2015, yaitu mengadakan referendum yang memberikan kesempatan kepada rakyat sendiri yang memilih apakah Inggris harus menarik diri dari Uni Eropa. Melalui 2 hari pembahasan maraton di pertemuan puncak dengan para pemimpin Uni Eropa. Inggris telah memperoleh perlakuan khusus dari Uni Eropa agar bisa tetap bersama Uni Eropa. Dan Cameron dalam pidato penetapan hari referendum juga menegaskan bahwa, Inggris harus tetap bersama Uni Eropa pasca reformasi, karena akan lebih menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional.

Namun, kesepakatan reformasi antara Cameron dengan Uni Eropa termasuk manfaat yang diberikan kepada anak-anak imigran, membatasi pembayaran manfaat bagi imigran dan lainnya, masih membuat anggota kabinet yang berasal dari Partai Konservatif Inggris, anggota yang pro Uni Eropa dan anggota dari partai garis keras yang menuntut Inggris keluar dari Uni Eropa, UKIP menaruh curiga tinggi.

Hal yang paling membuat Cameron penasaran adalah, kawan dekatnya Michael Gove yang menjabat sebagai Menteri Kehakiman, bersama Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Iain Duncan Smith, Menteri urusan Irlandia Utara Theresa Villiers, Menteri Budaya John Whittingdale dan 2 orang lainnya yang memberikan pernyataan secara terbuka bahwa mereka mendukung Inggris menarik diri dari Uni Eropa.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan ‘Let’’s Take Back Control’ (mari mengambil kembali hak kendali) secara resmi mengumumkan peluncuran kampanye Inggris mundur dari Uni Eropa. Untuk itu, istana Downing Street telah menyatakan kecewa dan penyesalan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular