JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investor padat karya di Indonesia untuk melakukan perluasan investasi. Salah satu yang didorong adalah produsen sepatu ternama dari Taiwan. Perusahaan tersebut secara existing  telah menanamkan modalnya sebesar US$ 360 juta untuk memproduksi 148,7 juta pasang sepatu dan menyerap 91.800 tenaga kerja.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa tim marketing investasi BKPM telah bertemu dengan perwakilan perusahaan untuk mendiskusikan rencana perluasan tersebut.“Dengan meningkatkan investasi di Indonesia, maka kapasitas pabrik investor yang ada di Indonesia bisa meningkat dan akan berkontribusi positif pada penjualan produk  sepatu  di  pasar  global,”  ujarnya  dalam  keterangan  resmi  kepada  media, Selasa (1/3/2016).

Menurut  Franky, perusahaan  sepatu Taiwan tersebut memiliki industri sepatu di delapan negara (di luar Taiwan) yaitu Tiongkok, Indonesia, Vietnam, Amerika Serikat, Meksiko, Banglades, Kamboja dan Myanmar dgn total kapasitas produksi tahun 2014 sebanyak 307,1 juta pasang.

“Dari jumlah tersebut, kapasitas pabrik di Indonesia sebesar 31%, China 29%,  Vietnam 39% dan lainnya 1%. Produsen sepatu ini menguasai 30% pasar dunia, dengan meningkatkan investasi di Indonesia sharenya bisa 50%,” lanjutnya.

Lebih   lanjut   Franky   menyampaikan   bahwa   perusahaan   juga   menyampaikan beberapa concern terkait investasi yang dilakukan. Diantaranya adalah mengenai insentif   investasi   yang   diberikan   untuk   industri   sepatu.   Upaya   pemerintah mendorong investasi padat karya tercermin dalam beberapa paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Di  antaranya  paket  ekonomi  jilid  III  tentang discount  tariff hingga  30%  untuk pemakaian   pukul   23.00-08.00 dan penundaan   pembayaran   hingga   40%   untuk industri padat karya dan industri berdaya saing lemah, paket ekonomi jilid IV tentang PP 78/2015 yang memberikan kepastian formula pengupahan bagi investor, serta paket jilid VII tentang tax allowance serta subsidi PPH 21 sebesar 50% untuk sektor padat karya dengan memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM tahun 2015, komitmen investasi yang masuk dari sektor  sepatu  mencapai  Rp  4,26  triliun.  Kontribusi  terbesar  dari  investasi  asing dengan nilai mencapai Rp 4 triliun (95%), kemudian dari dalam negeri tercatat Rp 266 miliar (5%). Rencana investasi tersebut akan menyerap 77 ribu tenaga kerja. (asr)

 

Share

Video Popular