Neil Harbisson terlahir buta warna total, dengan kondisi yang dikenal sebagai achromatopsia. Dia melihat dunia hanya dalam skala warna abu-abu, hitam dan putih, tidak pernah mengetahui indahnya warna-warni lain yang ada di alam ini.

Tidak puas dengan kemampuan alami lahirnya, Harbisson mencederai tubuhnya dengan menanamkan  antena di tulang tengkoraknya yang dirancang untuk mengkonversi warna menjadi suara. Hal tersebut sudah ia jalani selama tiga tahun, ia mampu menghafal microtones yang dibentuk oleh semua 360 derajad skala dari roda warna. Setelah ia menguasai itu, ia menambahkan panjang gelombang inframerah dan ultraviolet pada daftar suaranya.

Ia mengatakan ia tahu ia telah sepenuhnya berasimilasi ke perangkat saat ia mulai bermimpi dalam warna.

“Otak saya mendengar warna dalam tidur saya,” katanya kepada penonton yang hadir pada acara Konferensi “BodyHacking” Tahunan yang pertama awal tahun ini di Austin, Tex.

Apa yang kebanyakan orang-orang pahami di konferensi tersebut adalah bahwa tubuh dibuat untuk dimodifikasi dan diperbaiki. Apa yang disebut dengan gerakan transhumanism terdiri dari orang-orang yang ingin menggunakan teknologi untuk meningkatkan intelektual, fisik, dan kondisi psikologis mereka.

Harbisson, salah satu pelopor gerakan ini, dianggap cyborg pertama di dunia dan pada kenyataannya adalah orang pertama yang memiliki keterikatan teknologinya muncul dalam foto paspor.

Antena yang dia pakai secara permanen ditempelkan di tengkoraknya memberikan informasi suara ke telinga bagian dalamnya melalui konduksi tulang. Sekarang, semuanya tercatat. Dia telah mendekorasi ulang rumahnya agar terdengar  lebih baik dan dia mendengar toko, lukisan, wajah dan bahkan seluruh kota.

Antena tersebut juga memiliki koneksi Internet, yang menghubungkan dia kepada lima orang yang berbeda di seluruh dunia. Mereka masing-masing memiliki kemampuan untuk mengirim foto suara, suara atau video.

Seperti semua router Wi-Fi, Harbisson mempertaruhkan anggota badanya terlukai dan suatu kali seseorang menyela dan mengiriminya pesan terlarang.

Kolaborasinya yang terbaru dengan seorang ahli masak, Jordi Roca, adalah Dish Player, yang akan memungkinkan orang untuk mendengar suara makanan di piring.

Seni Harbisson ini tidak terbatas pada bumi, bahkan antenanya telah dikaitkan dengan satelit sejak 2014 dan ia menerima aliran langsung dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

“Ruang angkasa sangat bising dan luar biasa. Terisi dengan sinar ultraviolet, yang sangat bernada tinggi,” katanya kepada penonton. Tapi seiring waktu ia berharap dapat melatih otaknya untuk mendengarnya dan pada 2017, dia ingin memiliki koneksi permanen ke ruang angkasa. (ran)

Share

Video Popular