Demi menyambut resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara, Uni Eropa pada Jumat (4/3/2016) menambahkan nama dari 16 individu dan 12 lembaga Korea Utara ke dalam daftar hitam mereka.

Central News Agency dalam pemberitaannya menyebutkan bahwa sanksi perluasan menghendaki semua barang yang masuk dan keluar Korea Utara harus diperiksa demi tujuan menghentikan secara paksa program nuklir negara itu.

Setelah resolusi Dewan Keamanan PBB diumumkan, pejabat Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini langsung mengeluarkan pernyataan menyambut. Mengatakan bahwa Uni Eropa akan dalam waktu singkat menyelesaikan peraturan yang berlaku demi mensukseskan sanksi terhadap Korea Utara. Ia juga mengungkapkan, Uni Eropa sedang berpikir untuk mempertimbangkan lebih banyak sanksi kepada negara itu.

Kurang dari 2 hari, Uni Eropa sudah mengumumkan adanya penambahan nama dalam daftar hitam organisasi itu untuk 16 individu dan 12 lembaga dari Koret Utara. Meskipun nama-nama itu tidak diungkapkan.

Uni Eropa sudah menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara sejak 22 Desember 2006 dengan tujuan terutama termasuk untuk menghentikan program pengembangan senjata pemusnah, teknologi rudal balistik. Melarang adanya keluar masuk semua senjata, barang perdagangan dan teknologi yang terkait program itu.

Selain Uni Eropa, negara lain juga dengan cara masing-masing sedang memperkuat sanksi. Korea Selatan untuk mencegah penambahan devisa bagi Korut, menghentikan program pengembangan daerah industri Kaesong. AS menambahkan 12 nama individu termasuk orang kedua Korut Hwang Pyong-so beserta 12 lembaga Korut ke dalam daftar hitam OFAC untuk membekukan kekayaan mereka, mencegah warga AS melakukan hubungan keuangan atau perdagangan dengan Korut.

Menghadapi sanksi paling berat ini, Kim Jong-un menginstruksikan militernya untuk mempersiapkan diri menghadapi perang nuklir. Tetapi Kementerian Pertahanan AS langsung menanggapi dengan mengeluarkan peringatan kepada Pyongyang agar tidak mengambil tindakan provookatif yang akan meningkatkan ketegangan kawasan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular