- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Menunggu Kelahiran Bayi ‘Naga’ di Gua Slovenia

Ketika manusia di abad ke-15 menjumpai olm-olm, hewan amfibi langka yang berkeliaran di gua perut bumi selama 200 juta tahun, mereka pikir itu adalah naga-naga bayi. Sekarang kita tahu lebih banyak tentang makhluk buta tersebut dibanding nenek moyang kita kala itu.

Menurut laporan BBC, Olm menghuni sungai-sungai gua Balkan, tumbuh sampai satu kaki panjangnya, bisa hidup selama satu abad, dan hanya perlu makan sekali dalam satu dekade. Mereka juga meletakkan telur sesering mungkin, itulah mengapa 50 sampai 60 telur olm menempel di bawah batu di gua Postojna, Slovenia.

Gua tersebut menerima sejumlah olm liar dalam sebuah akuarium yang dikunjungi oleh satu juta wisatawan setiap tahun. Pada tanggal 30 Januari baru lalu, seekor olm betina memilih suatu area di akuarium untuk meletakkan telur-telurnya, tiga di antaranya menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan pertumbuhan, dan mungkin akan memakan waktu minimal empat bulan bagi telur tersebut untuk menetas, kata Saso Weldt, seorang ahli biologi.

“Hal ini sangat penting karena tidak ada banyak data tentang apapun yang berkaitan dengan reproduksi kelompok hewan tersebut. Dan itu akan menjadi “sesuatu yang menakjubkan” jika ada olm menetas dan berkembang ” kata Dusan Jelic, seorang siswa di Zoological Society of London, yang mempelajari olm liar dengan menyelam bawah air melalui sistem gua di Kroasia.

Seekor olm yang digambarkan sebagai hewan yang memiliki “tubuh panjang berliku-liku, kaki pendek, dan insang berenda”, pernah meletakkan telur di Gua Postojna pada 2013, tetapi semua dimakan oleh olm-olm yang lain atau tidak pernah menetas.

Kali ini, tindakan pencegahan telah diambil. Semua kecuali ibu olm telah dipindahkan. Para ilmuwan juga melindungi mereka dari cahaya dan menambahkan oksigen ekstra ke area tersebut karena olm rentan terhadap perubahan kualitas air dan suhu.

“Telur memiliki bau, sehingga dia bisa mengenali yang hidup dan yang mati. Dan karena makanan sangat langka di sistem gua, dia makan telur-telur yang tidak dibuahi. Sekarang terserah kepada mereka. Kami berharap bahwa dalam beberapa bulan kita dapat menyatakan bahwa kita memiliki naga-naga bayi,” kata Weldt. (ran)