Jangan biarkan media sosial menjadi pihak ketiga dalam hubungan Anda.

Tentu saja, Facebook membantu menghubungkan teman-teman lama dan baru di seluruh dunia lebih mudah dari sebelumnya, tetapi juga membuat lebih mudah untuk memutuskan hubungan dengan orang-orang yang paling penting, misalnya pasangan Anda.

Psikolog John Grohol, CEO dan pendiri “Psych Central”, melihat ini terjadi sepanjang waktu.

“Komunikasi secara mudah tersedia di Facebook menyebabkan orang untuk mengejar godaan atau terlibat dalam perilaku berisiko, yang dapat menyebabkan berani mengambil risiko yang kita biasanya tidak akan mengambilnya dalam kehidupan kita sehari-hari, ” kata Grohol.

Berikut, Grohol dan para ahli lain, berbagi macam-macam cara yang berbeda bagaimana Facebook menimbulkan ganjalan antara pasangan :

  1. Menyaksikan pasangan lain di Facebook membuat sebagian orang merasa tidak memadai tentang hubungan mereka sendiri.

“Beberapa klien mengatakan kepada saya, ’Saya harus keluar dari Facebook. Itu membuat saya gila.’ Mereka berjuang dengan pandangan ideal dari kehidupan orang lain seperti yang digambarkan penuh ceria, posting yang tampak sempurna di Facebook,” ungkap Margaret Rutherford, seorang psikolog klinis yang berbasis di Fayetteville, Arkansas

  1. Berbagi secara berlebihan di Facebook dapat menyebabkan pertikaian.

Berbagi terlalu banyak dapat menjadi masalah. Salah satu klien Alexandra Solomon, Carolyn, telah bekerja sangat keras. Satu pagi musim semi, dia dan suaminya Thomas memutuskan telpon ke kantor mengaku sakit minta ijin tidak bekerja sehingga mereka bisa mengajak anak-anak ke kebun binatang. Saat Carolyn sedang melihat Facebook di kemudian hari, dia melihat bahwa Thomas telah memposting foto mereka saat di depan kandang gajah, dia marah merasa dikhianati. Suaminya merasa istrinya bereaksi berlebihahan. Thomas meminta maaf. meskipun ia tidak berniat untuk menyakiti atau mengkhianati dirinya, ia bisa melihat dampak dari pilihannya itu menyakitinya. Mereka menggunakan pertikaian tersebut sebagai kesempatan untuk berbicara tentang perbedaan antara mereka berdua dalam penggunaan media sosial mereka: Mengapa posting foto keluarga di kebun binatang merasa penting untuk Thomas.  Mereka juga berbicara tentang perlawanan Carolyn soal media sosial. Tentu saja, dia tidak ingin perjalanan ke kebun binatang ada di Facebook karena dia sedang membolos kerja saat itu.

  1. Pasangan melihat Facebook sebagai pengganti saling melihat satu sama lain.

Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah ketika salah satu pasangan merasa diabaikan karena pasangannya sering melihat ponselnya untuk memeriksa Facebook setiap kali mereka bersama-sama.

  1. Famili dan teman-teman yang terus berinteraksi dengan mantan dapat membuat perpecahan antara pasangan.

Perceraian dan pernikahan kembali telah lama mengundang pertanyaan dan tantangan mengenai batas-batas dan kesetiaan, tetapi Facebook memaksa setiap individu, pasangan, dan seluruh keluarga untuk menghadapi dilema gaya baru.

Seperti kasus  yang terjadi pada Rick dan Lynne, klien Alexandra Solomon. Rick dan Sarah menikah selama 10 tahun. Mereka baru saja bercerai dan Rick sekarang menikah dengan Lynne. Keluarga dan teman-teman Rick belum unfriend dengan Sarah, jadi ketika salah satu dari mereka mengomentari foto dan posting milik Sarah, hati Lynne seperti ditusuk pisau. Dia bertanya-tanya apakah dia sudah menjadi bagian dari keluarga barunya tersebut dan merasa tidak aman dalam komunitas mereka,  sehingga selalu marah kepada Rick.

  1. Permintaan pertemanan menyulut api yang telah padam.

Amy, dengan senang hati menikah selama lebih dari delapan tahun. Dia menerima permintaan pertemanan di Facebook dari Joe, cinta lamanya, berpikir itu tidak akan menjadi bahaya dan menyenangkan untuk melihat apa yang terjadi di dalam hidupnya. Amy mulai kirim pesan kepadanya melalui Facebook dan semakin mereka berbicara, mulai saling menggoda. membuatnya merasa istimewa dan sedikit nekat. Akhirnya Amy memutuskan untuk bertemu dengan Joe untuk minum, dan itu keputusan buruk yang menyebabkan dia tidur dengan Joe. Dia langsung menyesali apa yang telah dia lakukan dan pulang ke rumah didera oleh rasa bersalah dan malu. Haruskah dia memberitahu suaminya? Amy memutuskan untuk tidak melakukannya, berpikir itu akan menjadi hal yang hanya terjadi satu kali. Namun, hari berikutnya ia kembali di Facebook, melihat pesan Joe dan perencanaan waktu berikutnya untuk saling bertemu kembali, setiap kali dia melakukannya, dia merasa lebih dan lebih bersalah. Akhirnya suami Amy tahu tentang perselingkuhannya.

Kasus ini sebagai contoh, yang menunjukkan bahwa dalam pernikahan, Anda harus tetap terhubung dengan pasangan Anda dan membatasi hal-hal yang akan dapat menggoda Anda, terutama dengan mantan, baik melalui pengiriman pesan atau situs media sosial seperti Facebook. Melakukan hal ini akan mengurangi godaan yang tidak perlu.

  1. Setelah perselingkuhan, situs membuat pemulihan hubungan bahkan lebih menantang.

“Saya terkejut tentang pencarian jejak beberapa pasangan yang menolak untuk menjauh mampu ditemukan. Facebook membuatnya sangat sulit bagi pasangan untuk pulih dari perselingkuhan bahkan ketika hal itu terjadi karena kebodohan. Situs itu sendiri memicu prasangka, rasa sakit dan kenangan buruk karena pengkhianatan,” ungkap Amanda Deverich, seorang terapis pernikahan dan keluarga yang berbasis di Williamsburg, Virginia

  1. Memeriksa Facebook sebelum tidur dapat menjadi peredam pada keintiman dan mempengaruhi tidur.

Berselancar di Facebook ketika Anda punya kesempatan pergi ke tempat tidur dengan pasangan Anda, dapat merusak hubungan Anda. Ketika pasangan Anda mungkin tertarik dalam percakapan untuk meningkatkan hubungan, keintiman fisik, atau berpelukan, Anda malah bermain-main dengan Facebook yang bisa membuat Anda kurang tidur.

Menghindari media sosial (dan layar) setidaknya satu jam sebelum tidur akan membantu Anda mendapatkan tidur yang sebaik mungkin dan melibatkan pasangan Anda sebagai gantinya. Jagalah kamar tidur Anda sebagai zona bebas layar. (ran)

Share

Video Popular