Oleh: Chen Gang

Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka memiliki kesan sekilas yang kuat terhadap semesta paralel yang secara relatif bertabrakan dengan alam semesta kita. Mereka melihat sedikit petunjuk dari sinyal pada titik paling jauh di alam semesta, melalui petunjuk-petunjuk ini disebutkan bahwa kerangka alam semesta kita dirusak oleh alam semesta lainnya. Dan analisis mereka mungkin dapat dianggap sebagai bukti dari teori multiverse.

Menurut pandangan peneliti, Dr.Ranga-Ram Chary telah menguji noise dan sisa sinyal dari “latar belakang gelombang mikro kosmik” yang tersisa ketika Big Bang, dan menemukan titik terang yang tersebar secara tidak teratur. Menurutnya representasi dari sinyal-sinyal ini kemungkinan adalah sinyal yang disebabkan oleh interaksi antara alam semesta kita dengan alam semesta lain pada miliaran tahun yang lalu.

Setidaknya itulah kesimpulan dari hasil tes para peneliti. Menurut beberapa teori kosmos, tabrakan alternatif alam semesta itu bisa saja terjadi, dan disimpulkan bahwa alam semesta seperti salah satu gelembung di antara gelembung yang tak terhitung banyaknya di alam semesta.

Begitu asal mula alam semesta terbentuk secara big bang, maka alam semesta akan terus berkembang tanpa henti, demikian juga dengan semua alam semesta. Jadi, wajar saja mereka akan mengalami tabrakan secara berkala dengan kosmik lainnya. Para peneliti mengatakan, bahwa besar kemungkinan mereka akan terus bergoncang dan bergesekan satu sama lain.

Menurut Dr. Chary, bahwa sinyal yang diterimanya itu melambangkan sebuah alam semesta yang sangat jauh berbeda dengan alam semesta kita. Perbandingan partikel subatom dari baryon dan cahayanya itu lebih dari 10 kali dengan kandungan di alam semesta kita.

“Banyak daerah lain di luar alam semesta yang teramati itu akan eksis dengan masing-masing daerah seperti diatur oleh satu set yang berbeda dari parameter fisik daripada yang telah kita ukur untuk alam semesta kita,” tulis Dr. Chary dalam penelitian ini.

Alam semesta-alam semesta gelembung ini (bubble universes), yang mengembang di dalam multiverse (dunia yang memuat beberapa alam semesta), bertabrakan satu sama lain selagi mereka mengembang, dan meninggalkan jejak di permukaan masing-masing.

“Masih banyak survei penelitian terkait yang harus dirampungkan, dan mungkin ini akan menjadi awal dari beberapa penemuan baru yang sangat menarik,” kata Dr. Ranga-Ram Chary, peneliti dari California Institute of Technology di Pasadena, Amerika Serikat. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular