- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Obat Batuk dari Cokelat Efektivitasnya Dua kali Lebih Manjur

Erabaru.net. Profesor Alyn Morice, kepala studi pada bidang pernapasan serta kardiovaskular di University of Hull dan perusahaan Infirst Healthcare asal Inggris bekerja sama mengembangkan sirup (obat) batuk pertama di dunia yang terbuat dari cokelat hitam, khasiatnya bahkan diakui dua kali jauh lebih efektif dari sirup obat pereda batuk yang tersedia di pasar.

Theobromine, 33 persen lebih efektif mengatasi batuk

Sebelumnya, para peneliti di Imperial College London, Inggris, juga menyebutkan, bahwa khasiat mengatasi batuk dari zat theobromine yang terkandung dalam cokelat 33% lebih efektif daripada kandungan codeine dalam obat batuk pada umumnya.

Selain itu, theobromine tidak memiliki efek samping seperti codeine yang menyebabkan kantuk, sehingga lebih aman dari obat batuk umumnya.

Dalam sebuah uji klinis, satu kelompok menggunakan sirup obat batuk tradisional, sementara kelompok lainnya dengan sirup obat batuk dari cokelat, 3 hari kemudian setelah diperiksa, sebanyak 10.7% dari mereka yang menggunakan sirup obat batuk tradisional merasa jauh lebih baik, sementara kelompok yang menggunakan sirup obat batuk dari cokelat, ada 24,4% merasa jauh lebih baik dalam mengatasi batuk, jadi, dari hasil uji klinis ditemukan bahwa obat pereda batuk dari cokelat ini lebih dari 2 kali jauh lebih efektif dari kelompok yang menggunakan obat batuk tradisional.

Kandungan theobromine dalam cokelat bisa melindungi tenggorokan saat larut bersama dengan obat lainnya, dapat menekan refleksi pemicu batuk, sehingga efektif meredakan gejala batuk.

Para ilmuwan saat ini telah sampai tahap akhir pengujian secara klinis pada obat yang mengandung theobromine, bahan alami yang terdapat dalam kakao dan cokelat.

Jika percobaan berhasil, obat ini dapat dipasarkan dalam dua tahun mendatang, demikian dikutip dari Daily Mail.

Penelitian ini dibuat karena makin banyak orang menderita batuk persisten. Lebih dari tujuh juta warga Inggris menderita batuk yang berlangsung secara terus-menerus atau berlangsung lebih dari dua pekan.

Batuk mereka disertai gejala asma dan panas.

Sementara, obat batuk yang paling banyak tersedia hanya untuk menenangkan gejala, bukan menangani penyebabnya.

Obat seperti ini banyak dikritik karena memiliki efek samping, seperti mengantuk.

Jadi, muncul kekhawatiran terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat berbasis codeine, yang menggunakan bahan kimia mirip narkoba.

Sirup (obat) pereda batuk baru yang dipasarkan di Inggris ini berisi 150 cc per botol, dianjurkan sebaiknya cukup 5 cc setiap kali hendak minum. Dalam setiap 5 cc sirup ini mengandung 20% cokelat hitam, dan 14% anti‚Äďalergi diphenhydramine, antihistamin, serta 135mg apophlegmatisant amonium klorida, dan 1.1 mg menthol.

Sirup obat pereda batuk ini efektif baik untuk batuk kering, batuk gatal di tenggorokan atau batuk berdahak.

Namun, jika batuk kronis, sebaiknya konsultasikan dan periksa ke dokter terkait untuk mengetahui penyebabnya.

Batuk bukan penyakit

Batuk adalah suatu gejala, bukan penyakit, reaksi batuk untuk menghindari kontaminan udara dan patogen, agar tidak terhirup ke paru-paru, begitu reseptor batuk dalam sistem pernafasan kita dirangsang, maka akan terjadi refleks batuk untuk mencegah masuknya benda asing, agar tidak memicu dampak buruk yang lebih serius. (Epochtimes/Jhn/Yant)