Beberapa penduduk Eropa paling awal menghilang secara misterius pada akhir zaman es terakhir dan digantikan oleh bangsa lain, analisis genetik baru menemukan. Temuan ini berasal dari analisis puluhan sisa-sisa fosil kuno yang dikumpulkan di seluruh Eropa.

Perubahan genetik kemungkinan hasil dari iklim yang berubah dengan cepat, dimana penduduk Eropa sebelumnya tidak bisa beradaptasi dengan cukup cepat, kata rekan penulis studi, Cosimo Posth, ahli archaeogenetika di University of Tübingen,Jerman.

Perubahan suhu di sekitar waktu itu adalah “sangat besar dibandingkan dengan perubahan klimaks yang terjadi di abad kita. Anda harus membayangkan bahwa lingkungan juga berubah cukup drastis,” kata Posth kepada Live Science.

Menurut hasil penelitian yang dimuat di  jurnal “Nature Communications” tahun 2013, Eropa memiliki warisan genetik yang panjang dan kusut. Studi genetik itu telah mengungkapkan bahwa manusia modern pertama, yang dicurahkan dari Afrika, di suatu tempat antara 40.000 dan 70.000 tahun yang lalu, segera terjadi perkawinan dengan Neanderthal lokal. Pada awal revolusi pertanian, antara 10.000 dan 12.000 tahun yang lalu, petani dari Timur Tengah menyapu seluruh Eropa, secara bertahap menggantikan pemburu-pengumpul asli. Sekitar 5.000 tahun yang lalu, penunggang kuda nomaden disebut Yamnaya muncul dari stepa Ukraina dan bercampur dengan penduduk asli. Selain itu, kelompok Eropa kuno yang hilang secara misterius menghilang sekitar 4.500 tahun yang lalu,

Tetapi relatif sedikit yang diketahui tentang manusia dari Eropa antara yang pertama kali keluar dari Afrika dengan yang telah berakhir di akhir zaman es, sekitar 11.000 tahun yang lalu. Selama beberapa waktu itu, luas hamparan es Weichselian menutupi sebagian besar Eropa utara, sementara gletser di Pyrenees dan Alpen menutupi bagian timur-barat di seluruh benua.

Garis keturunan hilang

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang warisan genetik Eropa selama cuaca dingin itu, Posth dan rekan-rekannya menganalisis DNA mitokondria, materi genetik diwariskan dari ibu ke anak perempuan, sisa-sisa dari 55 fosil manusia yang berbeda umur antara 35.000 dan 7.000 tahun, yang berasal dari seluruh benua, dari Spanyol ke Rusia. Berdasarkan mutasi, atau perubahan DNA mitokondria ini, ahli genetika telah mengidentifikasi populasi genetik yang luas, atau super-haplogroup, yang membagi nenek moyang kuno.

“Pada dasarnya semua manusia modern di luar Afrika, dari Eropa ke ujung Amerika Selatan, mereka memiliki dua super-haplogroup ini yaitu M atau N. Saat ini, semua orang keturunan Eropa memiliki N mitokondria haplotype, sedangkan subtipe M adalah umum ada di seluruh Asia dan Australasia,” kata Posth.

Tim menemukan bahwa pada orang kuno, M haplogroup mendominasi sampai sekitar 14.500 tahun yang lalu, ketika itu secara misterius dan tiba-tiba telah menghilang. M haplotype dibawa oleh orang Eropa kuno, yang tidak lagi ada di Eropa saat ini, membagi nenek moyang dengan pembawa M-haplotype modern sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Analisis genetik tersebut juga mengungkapkan bahwa Eropa, Asia dan Australasians mungkin keturunan dari sekelompok manusia yang muncul dari Afrika dan cepat tersebar di seluruh benua tidak lebih awal dari 55.000 tahun yang lalu, para peneliti melaporkan 4 Februari lalu dalam jurnal “Current Biology”.

Waktu pergolakan

Tim menduga pergolakan ini mungkin disebabkan oleh perubahan iklim liar.

Pada puncak zaman es, sekitar 19.000 sampai 22.000 tahun yang lalu, orang meringkuk di dalam upaya puncaknya untuk “berlindung,” atau wilayah Eropa yang bebas es, seperti Spanyol modern sekarang, Balkan dan Italia selatan. Sementara yang menolak untuk cari selamat di beberapa tempat jauh ke utara, populasi mereka menyusut secara dramatis,” kata Posth.

Kemudian sekitar 14.500 tahun yang lalu, suhu melonjak secara signifikan, tundra (padang di kutub) memberi jalan untuk terjadinya hutan dan banyak binatang kuno, seperti mammoth dan harimau bertaring tajam, menghilang dari Eurasia, katanya.

Untuk alasan apapun, populasi yang sudah mengecil tersebut memiliki M haplogroup tidak mampu bertahan dari perubahan di habitatnya, dan populasi baru, membawa N subtipe, menggantikan M group zaman es yang bertahan,” para peneliti berspekulasi.

Persisnya dari mana penggantian ini datang masih misteri. Namun satu kemungkinan adalah bahwa generasi baru dari Eropa berasal dari pengungsi Eropa selatan yang terhubung ke seluruh Eropa setelah es surut. Emigran dari Eropa selatan juga telah menjadi lebih baik beradaptasi dengan kondisi pemanasan di Eropa tengah, Posth menambahkan.(ran)

Share

Video Popular