SURABAYA – Batu mulia yang melimpah di Indonesia menjadi salah satu potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditi unggulan dalam negeri. Untuk itu, industri pengolahan batu mulia masih memiliki peluang cukup besar guna menarik penanam modal atau investasi di Indonesia.

“Pengelolaan potensi batu mulia yang serius akan membawa dampak luas di dalam mata rantai perekonomian Indonesia,” kata Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Pernyataan demikian disampaikan pada PembukaanPameran dan Kontes Batu Mulia yang bertajuk Surabaya Gemstone & Travel Expo di Atrium CITO Mall, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/3/2016).

Gati menyebutkan, dampak positif yang akan ditimbulkan apabila potensi tersebut dikembangkan, diantaranya adalah angka pengangguran menurun, pajak bagi negara bertambah, komoditas ekspor bertambah dan pendapatan daerah meningkat.

Menurutnya, sejak tahun 1970-an, demam batu mulia mulai melanda berbagai negara di seluruh dunia dan tren permintaannya terus meningkat. Ditambah dengan berdasarkan data statistik, permintaan batu mulia di seluruh dunia tumbuh antara 5 sampai 10 persen per tahun yang diikuti oleh kenaikan harga pada kisaran 8 sampai 12 persen.

Di samping itu, pada September 2015, nilai ekspor perhiasan dan permata naik menjadi USD 559,3 juta dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 431,9 juta. Sedangkan, akumulasi nilai ekspor perhiasan dan permata Januari-September 2015 naik menjadi USD 4,6 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 3,4 miliar.

“Dapat disimpulkan, data tersebut menunjukkan bahwa industri pengolahan batu mulia yang digolongkan dalam industri perhiasan dan permata memiliki peluang yang sangat besar dan potensial untuk terus dikembangkan,” tegasnya.

Bahkan, seiring perkembangan zaman, batu mulia telah menjadi barang kebutuhan masyarakat dunia maju dan menjadi lambang untuk tingkat konsumsi serta kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Apalagi dengan faktor kondisi geografis yang mendukung, Indonesia memiliki beragam jenis batu akik yang sangat diminati pembeli dari seluruh dunia.

Hingga saat ini batu mulia Kalimaya dari Banten dan Giok Aceh telah mampu go internasional karena merupakan batu mulia kualitas terbaik. Kemenprin menilai industri pengolahan batu mulia secara tidak langsung mendorong program peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) serta meningkatkan daya saing dan produktivitas dalam negeri. (asr)

Share

Video Popular