WASHINGTON – Indonesia adalah salah satu negara rawan bencana di dunia, bahkan bencana-bencana besar terjadi seiring dengan tumbuh berkembangnya peradaban Bangsa Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.504, Indonesia memiliki kekhasan yang unik dalam penaggulangan bencana. Apalagi dengan beragamnya etnik, agama, bahasa, sosial, ekonomi dan budaya menyebabkan penanggulangan bencana di Indonesia lebih kompleks.

Indonesia saat ini dijadikan rujukan (role model) untuk negara-negara berkembang dalam penanggulangan bencana. Keberhasilan Indonesia melakukan penanggulangan bencana telah menginspirasi negara-negara berkembang untuk menjadikan contoh dalam penangana bencana di negaranya.

Hal ini dikemukakan langsung oleh James Fleming, Direktur Divisi untuk Asia, Amerika Latin dan Eropa USAID’s Office of US Foreign Disaster Assistance (USAID/OFDA) kepada Kepala BNPB, Willem Rampangilei dan delegasi Indonesia, di Kantor Pusat USAID Washington DC, pada Rabu (30/3/2016).  Laporan ini disampaikan secara langsung dari Washington oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

James Fleming mengatakan sejak tsunami Aceh tahun 2004, Indonesia mengalami kemajuan yang luar biasa dalam penanggulangan bencana. Penanganan bencana dapat dilakukan dengan baik, seperti tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, gempa Sumatera Barat 2009, erupsi Gunung Merapi 2010, erupsi Gunung Kelud 2014, dan lainnya.

Menurut James, pemerintah Amerika Serikat melalui USAID/FODA terus berkomitmen membantu Indonesia dalam penanggulangan bencana. Sebab Pemerintah Indonesia sangat serius menanganinya. Sejak tahun 2013-2015, total bantuan USAID/OFDA ke Indonesia, baik untuk pengurangan risiko bencana dan bantuan darurat bencana mencapai lebih dari US$ 25,4 juta.

James mengaku mendapat laporan, bahwa program kerjasama antara USA da Indonesia telah terimplementasi dengan baik. Sistem Komando Darurat (Incident Command System, ICS) yang dilatih USAID/OFDA ternyata sudah diimplementasikan oleh BNPB dan BPBD di daerah sehingga penanganan bencana bencana menjadi lebih mudah. Sistem ICS ini juga digunakan Amerika dalam penanganan bencana yang banyak terjadi.

“Intinya kerjasama antara Indonesia dan USAID kita jadikan role model dalam penanggulangan bencana dengan negara-negara lain,” terang James.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, menyampaikan, pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Amerika melalui USAID/OFDA. Willem menuturkan pemerintah Indonesia sangat komitmen menanggulangi bencana dengan serius. Apalagi sebagai wujud bahwa negara hadir melindungi rakyatnya.

Menurut Willem, penanggulangan bencana menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan nasional. Artinya masalah bencana menjadi arus utama dalam pembangunan di semua sektor di Indonesia. Hal demikian bisa terlaksana dikarenakan semangat gotong royong masyarakat Indonesia dengan pemerintah.

Willem mengatakan Indonesia siap membantu negara-negara lain untuk sharing pengalaman. Apalagi bermukim dalam satu planet Bumi yang harus saling tolong menolong. BNPB memiliki pusat pelatihan penanggulangan bencana berkelas dunia bernama InaDRTG (Indonesia Disaster Relief Training Ground) yang dapat digunakan belajar bersama.

“Harapan saya agar kerjasama antara Indonesia dan Amerika dapat ditingkatkan ke depan,”  tambah Willem Rampangilei. (asr)

Share

Video Popular